By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Lenis Kogoya Tegaskan Komitmen Negara untuk Papua, Tolak Tudingan Sebby Sambom Soal MBG
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Sosial Budaya

Lenis Kogoya Tegaskan Komitmen Negara untuk Papua, Tolak Tudingan Sebby Sambom Soal MBG

SuaraNews Papua
Last updated: 13 Maret 2025 15:24
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

Timika, Papua – Lenis Kogoya, Staf Khusus Kementerian Pertahanan RI, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua. Ia menolak keras tuduhan dari Sebby Sambom, juru bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang menyebut program MBG mengandung zat beracun dan merupakan bentuk genosida terhadap rakyat Papua.

“Program MBG adalah upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya anak-anak. Tuduhan bahwa makanan ini beracun atau bagian dari genosida adalah hoaks yang tidak berdasar dan harus dihentikan,” tegas Lenis Kogoya dalam sosialisasi program MBG di Timika, Senin (10/3/2025).

Lenis, yang juga memegang pangkat Letnan Kolonel (Letkol) tituler dari TNI, mengancam akan mengambil tindakan tegas jika Sebby Sambom terus menyebarkan pernyataan yang dinilai meresahkan masyarakat. “Saya tidak akan ragu untuk menangkapnya hidup-hidup jika dia terus menyebarkan informasi yang menyesatkan ini. Ini bukan hanya tentang hukum, tapi juga tentang masa depan anak-anak Papua,” ujarnya.

Ia mengimbau para guru dan kepala sekolah untuk mendukung program MBG dan memastikan isu-isu negatif tidak masuk ke lingkungan pendidikan. “Anak-anak Papua butuh gizi yang baik untuk tumbuh dan belajar. Jangan biarkan hoaks mengganggu program yang jelas-jelas bertujuan baik ini,” tambahnya.

Program MBG, yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto, digadang-gadang sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua. Lenis Kogoya bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan sosialisasi kepada para guru dan kepala sekolah untuk memastikan program ini berjalan lancar.

Sebelumnya, Sebby Sambom melalui pernyataan tertulisnya menuduh bahwa makanan dalam program MBG mengandung zat berbahaya yang dapat melumpuhkan bahkan mematikan generasi Papua dalam kurun waktu lima tahun. Tuduhan ini ditolak mentah-mentah oleh Lenis Kogoya dan dianggap sebagai upaya untuk menciptakan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

“MBG adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat Papua. Mari kita bersama-sama sukseskan program ini demi masa depan yang lebih baik,” ajak Lenis Kogoya menutup pernyataannya.

You Might Also Like

Tokoh Adat Dorong Peningkatan Literasi dan Pendidikan untuk Perkuat Peran Masyarakat Adat dalam Pembangunan

Dogiyai Dorong Penetapan Cagar Budaya untuk Perkuat Pelestarian Warisan Suku Mee

Paniai Dipilih Sebagai Titik Awal Gerakan Penghijauan Papua Tengah 2045

Integrasi Papua ke Indonesia, Akademisi Unud: Sah Secara Hukum Internasional

Senyum Anak-Anak Mimika dan Hangatnya Kepedulian Satgas Damai Cartenz

TAGGED: mbgpapua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Bripka Batias Yikwa, Police Officer in Keerom: Help Children’s Literacy to Nurturing Farmers
Next Article Indonesian Defense Official Warns Separatist Spokesperson Over False Claims on Free Nutrition Program
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?