By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Meningkatkan Nilai Ekonomi Sagu: Langkah FAO UN untuk Masyarakat Adat Papua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaEkonomi BisnisKeberhasilanKesejahteraanPembangunanPemerintahan

Meningkatkan Nilai Ekonomi Sagu: Langkah FAO UN untuk Masyarakat Adat Papua

SuaraNews Papua
Last updated: 2 Maret 2025 19:24
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

Jayapura – Dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat adat di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO UN) Perwakilan Indonesia dan Timor Leste bekerja sama dengan Analis Papua Strategi (APS) telah melatih 30 orang dalam pengolahan sagu.

Rajendra Aryal, Perwakilan FAO UN Indonesia dan Timor Leste, mengatakan di Sentani pada Sabtu bahwa masyarakat adat dapat berpartisipasi dan meraih manfaat ekonomi dari rantai nilai sagu utama melalui penerapan teknologi yang telah disesuaikan dan hubungan pasar yang tepat.

“Masyarakat adat dapat meningkatkan kesetaraan dalam pengolahan sagu yang berkelanjutan, berkontribusi pada ketahanan pangan, diversifikasi, serta ketahanan ekonomi bagi komunitas lainnya,” ujar Aryal.

Sagu, yang merupakan makanan pokok yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai sakral bagi sebagian besar masyarakat adat, juga dipertimbangkan sebagai sumber karbohidrat alternatif untuk memastikan ketahanan dan keanekaragaman pangan, menurut Elvyrisma Nainggolan, Ketua Kelompok Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian.

Nainggolan menekankan pentingnya memberdayakan kelompok kampung penghasil sagu agar mampu mengolah sagu menjadi berbagai produk, seperti tepung, kue, dan mie.

Untuk mempromosikan produk berbasis sagu hasil olahan masyarakat adat Yoboi, FAO UN, YOSIBA, dan APS meluncurkan Festival Sagu pertama di Kabupaten Jayapura. Selama festival, perempuan dan anggota masyarakat adat Yoboi lainnya menyajikan hidangan berbasis sagu, seperti mie, beras analog, dan tepung sagu, untuk memperomosikan potensi unggulan daerah tersebut.

“Harapan kami, melalui festival ini, produk turunan sagu hasil olahan masyarakat adat Kampung Yoboi dapat dipromosikan dan dijangkau pasar yang lebih luas,” tambah Aryal.

You Might Also Like

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Jokowi Says Papua Has Huge Potential for Industry and Creative Economy

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pemerintah Siapkan Pendekatan Persuasif Menyusul Penolakan Program MBG di Papua
Next Article Enhancing the Economic Value of Sago: FAO UN’s Initiative for Indigenous Communities in Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?