By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Komnas HAM: Papua Tengah Jadi Wilayah dengan Konflik Tertinggi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita Utama

Komnas HAM: Papua Tengah Jadi Wilayah dengan Konflik Tertinggi

SuaraNews Papua
Last updated: 19 Desember 2024 23:38
SuaraNews Papua 2 tahun ago
Share
SHARE

Papua- Berdasarkan laporan terbaru Komnas HAM, Papua Tengah mencatat jumlah konflik bersenjata tertinggi di Papua sepanjang 2024.

Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro, dalam agenda Media Briefing Catatan Komnas HAM: Situasi HAM di Papua, di Kantor Komnas HAM, Rabu, 18 Desember 2024, mengungkapkan bahwa Kabupaten Intan Jaya menjadi wilayah paling rawan dengan 22 peristiwa kekerasan, diikuti oleh Puncak Jaya (13 peristiwa) dan Yahukimo (10 peristiwa).

“Secara umum, konflik di Papua masih didominasi oleh kontak tembak antara aparat TNI-Polri dengan kelompok sipil bersenjata, serangan terhadap warga sipil, hingga penyanderaan,” ungkap Atnike.

Total 113 kasus pelanggaran HAM tercatat pada periode Januari hingga 16 Desember 2024, dengan 85 kasus terkait konflik bersenjata dan kekerasan.

Tipologi peristiwa yang ditemukan di antaranya adalah kontak tembak (24 peristiwa), penyerangan terhadap warga sipil (34 peristiwa), dan serangan kelompok sipil bersenjata terhadap aparat (23 peristiwa).

Dampak dari konflik ini sangat memprihatinkan. Korban jiwa akibat kekerasan mencapai 61 orang, di mana mayoritas adalah warga sipil (32 orang). Selain itu, 39 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 22 dari warga sipil, sementara sisanya berasal dari aparat keamanan dan kelompok sipil bersenjata.

Komnas HAM juga mencatat adanya empat peristiwa pengungsian besar yang melibatkan masyarakat sipil. Konflik ini tak hanya mengancam nyawa, tetapi juga melumpuhkan berbagai layanan publik di wilayah tersebut.

Dengan meningkatnya intensitas kekerasan di Papua Tengah, Atnike menyerukan langkah konkret untuk meredakan ketegangan.

“Diperlukan pendekatan berbasis dialog yang melibatkan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah di Papua secara komprehensif,” ujarnya.

Komnas HAM berharap pemerintah, aparat, dan masyarakat sipil dapat bersama-sama mencari solusi damai agar konflik dan pelanggaran HAM di Papua tidak terus berulang.

You Might Also Like

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Jokowi Says Papua Has Huge Potential for Industry and Creative Economy

TAGGED: Komnas HAM: Papua Tengah Jadi Wilayah dengan Konflik Tertinggi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Criminals in Puncak Regency Taken to Timika, This is a List of Crimes Committed by Marenus Tabuni
Next Article Komnas HAM: Central Papua is the Region with the Highest Conflict
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?