By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Polisi Penjaga Peradaban Papua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Sosial Budaya

Polisi Penjaga Peradaban Papua

SuaraNews Papua
Last updated: 3 Maret 2024 21:16
SuaraNews Papua 2 tahun ago
Share
SHARE

Papua- Iptu Made Ambo menghidupkan kembali budaya memeras pati dari batang pohon sagu secara tradisional atau nokok yang mulai ditinggalkan di kota, khususnya Jayapura, Papua. Kini mulai banyak anak muda dan masyarakat menokok.
Iptu Made Ambo diketahui merupakan kandidat Hoegeng Corner 2023. Atas dedikasinya tersebut, dia diusulkan kembali oleh warga sebagai kandidat Hoegeng Awards 2024.

Salah satu yang membagikan kisah Iptu Made Ambo adalah Levina Wandi (62). Dia bersama dengan Iptu Made Ambo kambali mengaktifkan budaya nokok.

Levina memiliki pohon sagu di sekitar rumahnya. Sebelum dibantu Iptu Made Ambo, pohon sagu yang dimiliki langsung dijual, tak diolah terlebih dahulu.

Levina mengaku sulit mencari anak muda atau orang yang mau membantu nokok. Menurutnya, masyarakat kota tidak tertarik untuk nokok.

“Tidak ada (yang mau nokok). Karena orang di sini, aduh, jarang kalau mau cari orang (yang mau diajak). Kalau di kampung, sudah siap orang-orang, langsung ajak, langsung tebang. Kalau di sini harus cari-cari orang, karena orang-orang kota, jadi susah,” katanya.

Iptu Made Ambo dan polisi lain pun datang membantu menokok. Kemudian, mereka mengajak masyarakat untuk ikut terlibat. Sehingga, Mama Levina kini mudah mencari orang untuk membantu nokok.

“Iya mencari orang untuk lakukan seperti itu jadi mudah. Kita bisa jual, bagi-bagi tetangga. Ada lagi ini sudah berbunga mau kita tebang lagi,” katanya.

Kegiatan itu pun bisa membantu ekonomi masyarakat. Sagu hasil nokok dijual seharga Rp 300 ribu per karung.

“Penjualan satu karung Rp 300 ribu, ukuran karung beras 20 kg. Kemarin kita hasilkan sagu sekitar 20 karung. Karena sagunya padat, kita dapat banyak,” katanya.

You Might Also Like

Putri Papua Dipercaya Membawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Tokoh Adat Dorong Peningkatan Literasi dan Pendidikan untuk Perkuat Peran Masyarakat Adat dalam Pembangunan

Dogiyai Dorong Penetapan Cagar Budaya untuk Perkuat Pelestarian Warisan Suku Mee

Paniai Dipilih Sebagai Titik Awal Gerakan Penghijauan Papua Tengah 2045

Integrasi Papua ke Indonesia, Akademisi Unud: Sah Secara Hukum Internasional

TAGGED: Polisi Penjaga Peradaban Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Regarding the Conflict in Papua, Law Enforcement is the Main Foundation for Building a Golden Papua
Next Article Police Guardian of Papuan Civilization
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?