By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Puluhan Kepala Suku di Keerom Papua Satu Suara dalam Menjaga Persatuan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Hukum&KriminalKeamanan dan KetertibanSosial Budaya

Puluhan Kepala Suku di Keerom Papua Satu Suara dalam Menjaga Persatuan

SuaraNews Papua
Last updated: 5 April 2021 16:55
SuaraNews Papua 5 tahun ago
Share
SHARE

Keerom – Sejumlah 13 Kepala Suku wilayah pegunungan tengah Papua khususnya wilayah Keerom satu suara untuk menjaga perdamaian dan persatuan di tanah Papua.

Suara perdamaian dan persatuan tersebut diresmikan dalam bentuk kesepakatan Bersama. Kesepakatan itu diutarakan saat Kapolres Keerom AKBP Emile Reisitei Hartanto bertemu dengan 13 orang kepala suku tersebut yang dilaksanakan di kediaman Ketua Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT) Simon Kossay di Kampung Wonorejo Distrik Mannem Kabupaten Keerom.

Simon Kossay juga meminta kepada kepolisian untuk tetap melibatkan RKPT dalam hal penyelesaian masalah, khususnya antar suku di Kabupaten Keerom.

“Masyarakat kita masih banyak yang belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik, sehingga masih diperlukan pemndekatan humanis dari RKPT,” jelas Simon, Minggu (4/4/).

Simon yakin dengan pendekatan itu, maka dapat menyelesaikan masalah lebih baik dan tetap menjaga keamanan dan persatuan di Keerom.

“Kami yakin dengan pendekatan humanis antar suku, maka keamanan dan persatuan di tanah ini tetap terjaga,” jelasnya.

Kapolres Keerom AKBP Emile Reisitei Hartanto berterima kasih dengan perang 13 kepala suku pegunungan tengah Papua di Keerom yang tetap menjaga kedamaian antar masyarakat.

“Kami tetap menggandeng para tetua adat untuk bersama menciptakan Kabupaten Keerom yang aman dan kondusif. Hindari dan imbaulah para pemuda-pemudi kita untuk menjauhkan diri dari pengaruh buruk minuman keras (miras) maupun narkotika. Dimana kriminalitas yang sering terjadi diawali oleh miras,” jelasnya.

You Might Also Like

Ketua Barisan Merah Putih Papua Kecam Penyanderaan Warga Sipil di Jila

Wabup Mimika: Tenang, Percayakan Aparat, Jila Segera Pulih

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article BUMN Pupuk Indonesia akan Kembangkan Proyek Petrokimia di Kawasan Bintuni, Papua
Next Article Selalu Aktif Jaga Silaturahmi, Bhabinkamtibmas Polsek Seget Sambangi Warga Binaan
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?