By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Papua Barat Akan Terima Investasi Rp 4,2 T Dari Produsen Pala Belanda
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
AdvertorialEkonomi BisnisMitra PemerintahPembangunanPeristiwa

Papua Barat Akan Terima Investasi Rp 4,2 T Dari Produsen Pala Belanda

SuaraNews Papua
Last updated: 18 Desember 2020 15:54
SuaraNews Papua 6 tahun ago
Share
SHARE

 Suaranewspapua.com – Produsen pala terbesar dunia asal Belanda Verstegen Spices & Sauces B.V (Verstegen) berencana investasi senilai Rp 4,2 triliun untuk mengembangkan industri pala di Indonesia, khususnya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Rencana investasi yang akan memberdayakan 50.000 petani pala itu merupakan buah dari kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pada November lalu.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Ikmal Lukman, yang turut serta dalam kunjungan tersebut menjelaskan Indonesia ditargetkan bisa membangun hilirisasi industri pala sehingga daya saing pala nasional di pasar dunia semakin kuat.

“Negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah Belanda, Jerman, Vietnam dan Jepang. Permintaan dunia untuk produk pala akan meningkat sebab industri makanan, bumbu, kosmetika dan farmasi terus mengalami peningkatan. Bila kita melakukan hilirisasi akan tercipta nilai tambah bagi industri dan perekonomian nasional, utamanya Kawasan Timur,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/12).

Menurut Ikmal, investasi komoditas pala sangat strategis dilakukan di Papua Barat. Kawasan Timur Indonesia (KTI) saat ini merupakan penghasil biji pala terbesar di Indonesia di mana sebesar 70 persen produksi pala nasional berasal dari kawasan tersebut.

Ikmal menambahkan untuk mendukung masuknya investasi tersebut, Kepala BKPM pun langsung mengambil langkah cepat berkonsolidasi dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Arif Satria.

Arif Satria melihat peluang yang sama bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama industri pala di dunia. Hal itu juga sejalan dengan komitmen IPB untuk mengembalikan kejayaan bangsa berbasis sumber daya lokal.

“Kekayaan alam berbasis rempah harus bisa dikelola dengan baik sehingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mensejahterakan rakyat. IPB siap bekerja sama dengan BKPM dalam R&D pala sehingga pala lebih memiliki nilai tambah yg tinggi,” ungkap Arif Satria.

Verstegen merupakan produsen dan importir asal Belanda yang bergerak di bidang industri rempah-rempah, teruatama pala. Perusahaan ini tak hanya melayani pasar Belanda, namun juga pasar Eropa.

You Might Also Like

Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Jayapura Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pengemudi Angkutan Umum

PSN Merauke Diproyeksikan Serap Ribuan Tenaga Kerja, OAP Jadi Prioritas

Pemerintah Daerah Papua Raih Apresiasi Kemendagri atas Kinerja Pembangunan

Gerakan Ayo ke Posyandu Diluncurkan, Papua Barat Perkuat Budaya Hidup Sehat Masyarakat

Program Sekolah Gratis Papua Tengah Kini Menjangkau SMP, Puluhan Ribu Siswa Jadi Penerima Manfaat

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Jelang Natal, Dit Polairud Polda Papua Gelar Bhakti Sosial di Panti Asuhan Shalom Arso 8 Kabupaten Keerom
Next Article Kerukunan Umat Beragama Pemuda Muslim Jaga Keamanan Natal di Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?