Sabtu 18 Mei, 2024
Beranda Pembangunan Tim Khusus Dibentuk Terkait Pemetaan Tanah di Papua

Tim Khusus Dibentuk Terkait Pemetaan Tanah di Papua

suaranewspapua.com. JAKARTA- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) untuk mempercepat Reforma Agraria.
 
GTRA sebuah forum kerja bersama, yang beranggotakan pimpinan daerah, dinas terkait serta kantor pertanahan. Tugas GTRA memfokuskan terhadap tema-tema tertentu (tematik).
 
Misalnya pembangunan potensi ekonomi di Pulau Jawa Bagian Selatan serta kegiatan, percepatan penyelesaian penyertifikatan tanah-tanah transmigrasi serta konteks Reforma Agraria bagi masyarakat adat di Provinsi Papua.

“Melalui GTRA ini, kita cari solusi kreatif terhadap hal-hal tersebut. Selain itu, kita sudah keliling ke daerah-daerah terkait pelaksanaan Reforma Agraria,” kata Wakil Menteri ATR Surya Tjandra, Selasa, 3 November 2020.

Surya mengungkapkan dalam setahun ke depan, GTRA dapat merencanakan program kerja. Ia berharap perencanaan kegiatan GTRA sudah selesai dan apabila tahap perencanaan selesai, bisa membuat prototipe dan model-model eksekusi program yang telah direncanakan.
 
“Harapannya pada 2024 sudah selesai sehingga bisa dilaksanakan oleh pemimpin selanjutnya,” jelasnya.
 
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan pembangunan wilayah Papua sudah dimulai sejak 2012. Salah satunya melalui program pemberdayaan masyarakat adat. Menurutnya ini sudah termuat di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua.
 
“Pembangunan ini sudah sesuai dengan UUD 1945 Pasal 14B, negara mengakui masyarakat adat,” ujar Bupati Jayapura.
 
Dalam kepemilikan tanah di Papua, masyarakat adat dengan tanahnya tidak dapat dipisahkan. Mathius megungkapkan bahwa terkait pertanahan di sana, Pemerintah Provinsi sudah membentuk tim khusus terkait pemetaan pertanahan, guna melakukan pendaftaran tanah milik masyarakat adat.
 
“Selain itu, Pemerintah Provinsi bersama Kantor Pertanahan setempat, Lembaga Swadaya Masyarakat serta civitas academica sudah membentuk Gugus Tugas Masyarakat Adat (GTMA), yang direspons positif oleh kalangan masyarakat adat,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Criticism of KKB’s Presence by Human Rights Organizations

Papua - Several human rights organizations (HROs) have raised critical voices against the presence of the Armed...

Kritik terhadap Keberadaan KKB oleh Lembaga Hak Asasi Manusia

Papua - Sejumlah lembaga hak asasi manusia (HAM) telah mengangkat suara kritis terhadap keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata...

KKB is at it again by killing a civilian in Intan Jaya

Jayapura – The Armed Criminal Group (KKB) has acted again, this time the Undius Kogoya KKB led by Lewis Kogoya and Enos...

KKB Kembali Berulah Dengan Bunuh Seorang Warga Sipil di Intan Jaya

Jayapura – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah, kali ini KKB barisan Undius Kogoya pimpinan Lewis Kogoya dan Enos Tipagau melakukan aksinya...

Recent Comments