By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Satu Sikap, Satu Suara: Belajar dari Mahkota Cenderawasih
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita Utama

Satu Sikap, Satu Suara: Belajar dari Mahkota Cenderawasih

SuaraNews Papua
Last updated: 3 November 2025 20:52
SuaraNews Papua 10 bulan ago
Share
SHARE

Peristiwa pembakaran Mahkota Cenderawasih di Papua telah menjadi cermin bagi kita semua di Kementerian Kehutanan. Sebuah cermin yang memantulkan kenyataan pahit: bahwa di tengah semangat menegakkan hukum, kita masih bisa keliru membaca hati masyarakat. Namun dari kesalahan itu, muncul pelajaran besar yang tak ternilai — bahwa melindungi alam Indonesia bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal rasa.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah memberikan contoh nyata kepemimpinan berjiwa besar. Di hadapan publik, beliau menyampaikan permintaan maaf, bukan karena hukum salah, tapi karena kita harus berani mengakui ketika cara kita melukai nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Itulah sikap seorang pemimpin yang menuntun, bukan sekadar memerintah.

“Kita akan inventarisasi kembali hal-hal yang dianggap tabu atau sakral oleh masyarakat, agar penegakan hukum berjalan seiring dengan penghormatan budaya,” pesan Menhut dalam arahannya.

Seruan itu bukan hanya untuk didengar, tapi untuk ditanamkan.
Setiap pegawai kementerian, dari pusat hingga daerah, harus memahami bahwa konservasi sejati tidak cukup dengan pasal dan prosedur — ia memerlukan empati, komunikasi, dan penghormatan terhadap kearifan lokal.

Kita bukan hanya penjaga hutan dan satwa; kita adalah penjaga makna, penjaga hubungan antara manusia dan alamnya. Maka, setiap tindakan harus berakar pada semangat “Menjaga Alam, Menghormati Budaya.”

Kementerian Kehutanan kini melangkah dengan semangat baru: semangat untuk belajar, mendengar, dan memperbaiki. Dari Papua kita belajar bahwa hukum tanpa kearifan adalah bising; tapi kearifan tanpa hukum adalah rapuh. Keduanya harus berpadu — dalam satu irama pengabdian kepada Indonesia.

Mari kita satukan langkah. Jadikan kasus Mahkota Cenderawasih sebagai cambuk untuk berbenah.
Tidak ada tugas kecil dalam pengabdian, tidak ada daerah yang jauh dalam semangat menjaga negeri.
Kita bekerja bukan hanya untuk laporan, tetapi untuk masa depan Indonesia yang lestari dan bermartabat.

Satu kementerian, satu suara, satu semangat:
Menegakkan hukum, menghormati adat, menjaga alam Indonesia.

You Might Also Like

Task Force Operation Peace Cartenz Strengthens Humanitarian Presence in Muara District, Puncak Jaya

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Perkuat Kehadiran Humanis di Distrik Muara Puncak Jaya

Papua Highlands Records 300 Creative Economy Entrepreneurs Across Eight Regencies

Papua Pegunungan Data 300 Pelaku Ekonomi Kreatif di Delapan Kabupaten

Papua Highlands Provincial Government Strengthens Youth Human Resources Through Early Childhood Education

TAGGED: Satu Sikap, Satu Suara: Belajar dari Mahkota Cenderawasih
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Menhut Raja Juli Antoni Minta Maaf, Kasus Mahkota Cenderawasih Jadi Cermin Pentingnya Kearifan Lokal
Next Article Warga 14 Kampung Usulkan Perda Keamanan, Pemkot Jayapura Siapkan Kajian
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?