By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Pendakwah di Pedalaman Papua Barat Giatkan Aktivitas Sosial
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Agama

Pendakwah di Pedalaman Papua Barat Giatkan Aktivitas Sosial

SuaraNews Papua
Last updated: 9 September 2020 14:00
SuaraNews Papua 6 tahun ago
Share
gambar ilustrasi
SHARE

suaranewspapua.com- JAKARTA- Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi menuturkan, aktivitas dakwah di daerah pedalaman terus berjalan di tengah pandemi Covid-19. Kebanyakan pendakwah menggiatkan berbagai aktivitas sosial.

“Memang ada kendala karena tidak bisa bebas seperti biasanya. Tetapi saya menginstruksikan agar tetap beraktivitas, paling tidak beralih ke aktivitas sosial, misalnya membantu Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) mendistribusikan sembako,” kata dia kepada Republika, Selasa (8/9).

Selain membantu mendistribusikan sembako, Kiai Zubaidi mengatakan, para pendakwah juga melaksanakan khitanan massal terutama bagi mereka yang baru menjadi mualaf. Dia mengatakan, dakwah ini memang membuat beberapa warga setempat memutuskan masuk Islam.

Kiai Zubaidi menjelaskan, Komisi Dakwah MUI telah mengirim lima pendakwah ke lima kabupaten di Papua Barat sejak September 2019 lalu. Lima hari lagi mereka akan kembali lagi ke Jakarta setelah menyelesaikan masa khidmatnya selama satu tahun. Lima kabupaten itu ialah Sorong Selatan, Kaimana, Manokwari Selatan, Raja Ampat, dan Teluk Bintuni.

“Sejauh laporan, memang sediki terkendala karena tidak bisa bikin acara-acara yang ramai. Tetapi kalau kegiatan yang di masjid itu masih bisa jalan, karena tidak semua zona merah. Jumatan juga masih dilakukan. Idul Adha dapat dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan,” tutur dia.

Kegiatan mengaji di masjid, terang Kiai Zubaidi, masih bisa dilaksanakan tetapi dengan membatasi jumlah jamaah karena harus melakukan jaga jarak fisik. “Pengajian di mushala atau masjid jumlahnya tidak banyak, jadi memang tidak bisa sebebas biasanya,” ujarnya.

Kiai Zubaidi melanjutkan, para pendakwah yang dikirim tersebut mengemban tugas untuk memberikan pelayanan kepada kaum Muslim di daerah pedalaman. Misalnya menjadi imam, khatib, dan membantu pemakaman jenazah sesuai syariat. Mereka juga mengajarkan ilmu-ilmu agama seperti tauhid, fiqih, tajwid dan lainnya. “Dan ketika ada yang mau masuk Islam, ya tetap dilayani,” imbuhnya.

Berbekal ilmu-ilmu agama beserta praktik yang telah diberikan, Kiai Zubaidi berharap warga Muslim setempat bisa menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. “Kita berharap penduduk setempat mengkloningnya supaya bisa meneruskan. Jadi ketika ditinggal, ada yang menggantikan perannya,” ucap dia.

You Might Also Like

Community Experiences the Benefits of Task Force Operation Peace Cartenz 2026 Presence During Worship

Masyarakat Rasakan Manfaat Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz Saat Beribadah

Usai Dialog, Wapres dan Perwakilan Mahasiswa Salat Magrib Berjamaah di Masjid Baiturrahman Setwapres

Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak

Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah dan Laksanakan Patroli Jalan Kaki di Puncak

TAGGED: Pendakwah di Pedalaman Papua Barat Giatkan Aktivitas Sosial
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sukseskan Pilkada, Ketua KPU Keerom Ajak Warga Patuhi Protokol Kesehatan Dan Jaga Kamtibmas
Next Article Kapolda Papua Barat Harapkan Pilkada di Papua Barat Selain Luber tapi Harus Sehat
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?