Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendorong pelestarian budaya daerah melalui pelaksanaan Karnaval Budaya Nusantara 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib mengatakan karnaval budaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberagaman budaya, termasuk pakaian adat, tarian, dan berbagai kesenian tradisional yang dimiliki masyarakat Jayawijaya.
“Kegiatan ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita untuk melestarikan budaya yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus,” katanya.
Karnaval tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari peserta didik tingkat PAUD dan TK, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, paguyuban, hingga organisasi perangkat daerah dan masyarakat umum.
Menurut Atenius, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya penting untuk memastikan nilai-nilai tradisi tetap dikenal dan diteruskan di tengah perkembangan zaman.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Karnaval Budaya Nusantara juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta promosi berbagai produk lokal.
Pemkab Jayawijaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan selama rangkaian FBLB berlangsung. Pemerintah juga berharap seluruh peserta dan masyarakat dapat menunjukkan karakter masyarakat Jayawijaya yang ramah, menjunjung kebersamaan dan cinta damai.


