By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Pemprov Papua Perkuat Kemandirian SDM Kesehatan Lewat Pendidikan Dokter Spesialis
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaHeadline NewsHukum&KriminalImbauanKAMTIBMASKeamanan dan Ketertiban

Pemprov Papua Perkuat Kemandirian SDM Kesehatan Lewat Pendidikan Dokter Spesialis

SuaraNews Papua
Last updated: 19 Februari 2026 10:38
SuaraNews Papua 6 bulan ago
Share
SHARE

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua mulai memperkuat kemandirian sumber daya manusia kesehatan dengan menyiapkan program pendidikan dokter spesialis di dalam daerah. Langkah awal dilakukan melalui peluncuran program pendidikan dokter spesialis anestesi yang dijadwalkan pada 27 Februari 2026.

Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengatakan pengembangan pendidikan spesialis merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga medis dari luar Papua.

Menurut Aryoko, Rumah Sakit Dok II Jayapura tetap diposisikan sebagai rumah sakit pendidikan utama dan akan diarahkan membuka program pascasarjana, dimulai dari spesialis anestesi. Program tersebut akan diluncurkan langsung oleh Gubernur Papua bersama Rektor Universitas Cenderawasih.

“RS Dok II kita siapkan sebagai pusat pendidikan spesialis. Ini bagian dari kerja sama Pemerintah Provinsi Papua dengan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih,” ujarnya di Jayapura, Selasa (17/2/2026).

Sementara itu, Rumah Sakit Abepura akan difokuskan sebagai rumah sakit pendidikan untuk program profesi dokter atau koas. Pembagian peran ini diharapkan membuat sistem pendidikan kedokteran di Papua berjalan lebih terarah dan berjenjang.

Wakil Gubernur menegaskan, pengembangan dokter spesialis dari putra-putri Papua menjadi kebutuhan strategis. Selain menjamin keberlanjutan pelayanan kesehatan, langkah ini juga memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap pelayanan medis di daerah sendiri.

“Yang akan menolong masyarakat Papua adalah orang Papua sendiri. Karena itu, anak-anak kita harus disiapkan menjadi dokter dan dokter spesialis,” katanya.

Ia menambahkan, program spesialis anestesi menjadi pintu masuk sebelum pengembangan program spesialis lain dilakukan secara bertahap. Pemerintah Provinsi Papua berharap dukungan penuh dari kalangan akademisi, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan pendidikan dokter spesialis di Papua dapat berjalan berkelanjutan.

You Might Also Like

Task Force Operation Peace Cartenz 2026 Responds to Shooting Incident Near Asologaima Police Station

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Respons Gangguan Tembakan di Polsek Asologaima, Situasi Kembali Aman

Papuan Girl Entrusted with Flag Tray Duty at Indonesia’s 81st Independence Day Ceremony

Putri Papua Dipercaya Membawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Central Papua Expands Health Coverage as 50,000 Residents Enrolled in National Health Insurance

TAGGED: #kamtibmas, #papua, HUMANIS, KAMTIBMAS, kkb, opsdamaicartenz, Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ditembak Saat Distribusi Air Bersih, Sopir Tangki Jadi Korban Aksi Kekerasan di Jalur Dekai–Lopon
Next Article Yakonias Wabrar Tekankan Pendekatan Persuasif, Soroti Peran Paulus Waterpauw untuk Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?