Jayapura – Pemerintah Kabupaten Jayapura mengambil langkah nyata untuk memperbaiki akses layanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman dengan meresmikan pembangunan tiga rumah sakit tipe D. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan pelayanan medis yang selama ini menjadi tantangan utama di wilayah terpencil.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah sakit ini dimulai di Distrik Unurumguay, diikuti oleh Distrik Lereh dan Airu. “Kami ingin memastikan bahwa semua warga, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, memiliki akses cepat ke fasilitas kesehatan yang memadai,” ujar Yunus dalam sambutannya, Jumat (29/5).
Proyek pembangunan di Distrik Unurumguay menggunakan lahan seluas 12 hektare dengan alokasi dana sebesar Rp50 miliar. Rumah sakit ini dirancang untuk menyediakan berbagai layanan kesehatan dasar dan darurat, sehingga dapat mengurangi risiko keterlambatan penanganan medis. Pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun.
Langkah ini merupakan respons terhadap keluhan masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Yowari di Sentani untuk mendapatkan layanan medis. Warga setempat menyambut baik inisiatif ini, dengan harapan besar bahwa keberadaan rumah sakit tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Tokoh adat setempat, Victor Wopari, menyatakan apresiasinya terhadap kebijakan Pemkab. “Ini adalah langkah maju untuk kesejahteraan masyarakat pedalaman. Kami mendukung penuh program ini demi masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Selain mempermudah akses, rumah sakit yang dibangun juga diharapkan mampu menurunkan angka kematian akibat keterlambatan pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Langkah ini sejalan dengan visi Pemkab Jayapura untuk mendekatkan layanan dasar ke seluruh penjuru daerah.
Proyek pembangunan rumah sakit tipe D ini mencerminkan komitmen Pemkab Jayapura dalam menghadirkan pemerataan layanan kesehatan, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan pelayanan medis. “Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperbaiki kehidupan masyarakat,” pungkas Yunus.


