By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: UNESA Tegaskan Komitmen Menjaga Nilai Persatuan Usai Keterlibatan Mahasiswa Papua dalam Propaganda Separatisme
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Pendidikan

UNESA Tegaskan Komitmen Menjaga Nilai Persatuan Usai Keterlibatan Mahasiswa Papua dalam Propaganda Separatisme

SuaraNews Papua
Last updated: 17 Januari 2025 21:49
SuaraNews Papua 2 tahun ago
Share
SHARE

Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tengah menjadi sorotan setelah terungkapnya keterlibatan empat mahasiswa asal Papua dalam kelompok Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP KK) Surabaya, yang diketahui mendukung propaganda separatisme. Aksi mereka dinilai bertentangan dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa serta tujuan pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas utama.

AMP KK Surabaya, sebuah kelompok yang kerap menggelar kegiatan dengan agenda politik yang mengusung isu perjuangan rakyat Papua, telah menciptakan polemik. Kelompok ini diduga memanfaatkan mahasiswa untuk menyebarkan narasi yang mengarah pada pemisahan diri Papua dari Indonesia, sesuatu yang bertentangan dengan semangat kebangsaan yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.

Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi yang berorientasi pada gerakan separatis ini menimbulkan kekhawatiran bagi pihak universitas. Pasalnya, hal ini dapat mencoreng citra mahasiswa Papua di perguruan tinggi, yang seharusnya menjadi contoh teladan bagi kemajuan dan perdamaian. Sebagai bagian dari komunitas akademik, mahasiswa Papua diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kapasitas diri agar kelak dapat kembali ke Papua dan memberikan kontribusi positif bagi daerah asalnya, bukan terjerumus dalam aktivitas yang merugikan masa depan mereka.

UNESA menegaskan bahwa pendidikan tinggi seharusnya menjadi ajang untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan, bukan malah menjadi wadah bagi gerakan yang mengancam persatuan Indonesia. “Kami sangat menyayangkan keterlibatan mahasiswa kami dalam kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Sebagai lembaga pendidikan, kami memiliki komitmen untuk memastikan lingkungan kampus tetap kondusif dan bebas dari pengaruh gerakan separatisme,” kata Rektor UNESA, Prof. Dr. Akhmad Hadi, dalam keterangan resminya.

Pihak universitas, sambung Rektor, kini tengah mengkaji langkah-langkah tegas terhadap mahasiswa yang terlibat, termasuk kemungkinan pemberian sanksi administratif atau pemberhentian dari universitas. Langkah tersebut diambil untuk memberi pesan bahwa UNESA tidak akan mentoleransi aktivitas yang merusak semangat kebangsaan dan persatuan.

Selain itu, UNESA juga menyadari pentingnya memberikan pembinaan yang lebih intensif kepada mahasiswa Papua agar mereka dapat lebih fokus pada tujuan akademis. Pendekatan dialogis dan pendampingan yang melibatkan pihak kampus, pemerintah, dan komunitas lokal akan terus diperkuat guna mencegah mahasiswa dari pengaruh kelompok yang tidak sejalan dengan semangat NKRI.

Sementara itu, sejumlah mahasiswa Papua di UNESA mengungkapkan keprihatinan atas peristiwa ini. “Kami ingin belajar dan memberikan yang terbaik untuk tanah Papua, bukan ikut-ikutan dalam kegiatan yang bisa merusak hubungan baik antar sesama anak bangsa,” kata salah seorang mahasiswa Papua yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, harus selalu menjaga komitmen untuk belajar, berkontribusi positif bagi masyarakat, dan menjaga semangat persatuan Indonesia di manapun mereka berada. Semoga langkah tegas yang diambil oleh UNESA dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa pendidikan adalah sarana untuk kemajuan, bukan untuk tujuan yang bertentangan dengan ideologi negara.

You Might Also Like

Putri Papua Dipercaya Membawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Pendidikan Papua Terus Diperkuat, Pemprov Papua Selatan Kembangkan Asrama bagi Pelajar Orang Asli Papua

Tokoh Adat Dorong Peningkatan Literasi dan Pendidikan untuk Perkuat Peran Masyarakat Adat dalam Pembangunan

Pemprov Papua Tengah Siapkan Rp77,84 Miliar untuk Program Pendidikan Gratis Tahun 2026

Program Sekolah Gratis Papua Tengah Kini Menjangkau SMP, Puluhan Ribu Siswa Jadi Penerima Manfaat

TAGGED: #pendidikanpapua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Government Launches Sail Teluk Cenderawasih to Accelerate Development and Welfare in Papua
Next Article UNESA Reaffirms Commitment to National Unity After Papua Students’ Involvement in Separatist Propaganda
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?