Selasa 7 Desember, 2021
Beranda Olahraga Noken Papua untuk Souvenir di PON XX

Noken Papua untuk Souvenir di PON XX

Suaranewspapua.com – Sejak 2020 Kristina Degey dan Sarah Pakage serta anggotanya membuat suvenir khusus PON XX berupa noken, tas adat papua untuk tahun 2020.

Setiap hari dari pukul 07.00 hingga pukul 18.00 Waktu Papua (WP) mereka berjualan noken di lampu merah Dok 5 Jayapura dan di sepanjang trotoar di depan kantor pusat Bank Papua, Kota Jayapura. Kelompok ini beralamat di Kampung Baru Dok 5, Jayapura, Papua.
“Waktu itu ada anggota yang buat lima, ada yang buat sepuluh, yang beli itu mereka mau bawa keluar sebagai oleh-oleh,” ujar Degey.
Kristina Degey dan anggotanya membentuk kelompok Noken Matopai pada 2020 yang beranggota 33 orang. Kelompok tersebut dibentuk untuk mempermudah mendapat bantuan dari Disperindagkop Kota Jayapura, Papua.
“Sebelumnya kita jualannya sendiri-sendiri tapi kami ikuti yang su punya ruko itu punya kelompok, dorang dapat bantuan, pemerintah kota itu mau bantu tapi harus punya kelompok, kalau perorangan itu tidak bisa,” katanya.

Tapi menurutnya yang terutama dibentuk kelompok ini agar sesama anggota saling membantu supaya usaha noken bisa terus berjalan. Selain itu juga tidak kesulitan mendapatkan modal membiayai pendidikan anak-anak mereka.
“Kami saling bantu, ada yang tidak punya uang beli benang atau yang mau bayar uang sekolah anaknya bisa saling pinjam dulu,” ujarnya.
Degey dan anggotanya akan mulai memproduksi noken khusus PON XX berukuran kecil, sedang, dan besar pada Maret 2021. Noken yang akan dibuat bermotif maskot PON XX dan motif tulisan.
Mereka memilih membuat noken untuk dijual pada PON XX karena selama menekuni usaha noken sangat diminati. Juga karena alasan budaya turun-temurun.
“Bagi kami orang gunung seperti Lapago dan Meepago, noken itu kehidupan kami, jadi kami punya budaya dari orangtua,” katanya.
Ia melanjutkan, pertama noken tersebut untuk membawa hasil kebun atau sambil menunggu hasil kebun.
“Kami bikin noken untuk tukar dengan dengan petatas, keladi, atau babi untuk piara, da sebelum ada kain sarung anak bayi isi dalam noken,” ujarnya.

Ia dan anggotanya akan membuat noken berbahan kulit kayu, anggrek, dan benang. Noken kulit kayu dan anggrek akan dijual Rp100 ribu sampai Rp1 juta. Sedangkan noken berbahan benang akan dijual Rp100 ribu sampai Rp500 ribu.
Degey dan anggotanya akan membuat 300 noken kulit kayu genemo dan anggrek. Kemudian 500 noken berbahan benang manila, polikceri, dan poletik. Biasanya untuk noken benang mereka belanja bahan di Pasar Hamadi dan Pasar Youtefa. Sedangkan bahan noken kulit kayu atau anggrek dipesan dari Paniai.
Lama mengerjakan satu noken kulit kayu dan anggrek tergantung ukuran, bisa seminggu hingga sebulan. Sedangkan dari benang hanya tiga hari.
Biaya produksi noken benang Rp60 ribu dan dari kulit kayu atau anggrek Rp150 ribu sampai Rp300 ribu. Untuk penjualan 800 buat noken pada PON XX, Degey menargetkan bisa mendapatkan keuntungan Rp50 juta..
“Dari setiap noken yang terjual kami menyisihkan Rp5 ribu untuk dimasukkan ke dalam kas kelompok,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Satgas Nemangkawi Bersama Polres Pegunungan Bintang Cek TKP Kebakaran di SMA N 1 Oksibil

Papua- Satgas Nemangkawi bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Pamrahwan menanggapi laporan adanya kebakaran di SMAN 1 Oksibil Jl. Yapimakot Kampung Esipding...

SATGAS NEMANGKAWI DAN POLRES NABIRE RINGKUS DPO PENJUAL AMUNISI DI KABUPATEN NABIRE

Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021 pukul 17.33 WIT bertempat di Jalan Poros Wadio-Wanggar Kabupaten Nabire, personil gabungan Satgas...

Kegiatan SI IPAR dari binmas Noken Dekatkan Polisi dengan Anak PAUD Koya Timur

Papua- Sektor pemolisian masyarakat seringkali menjadi hal yang luput dari lensa media. Di wilayah Papua, community policing atau pemolisian masyarakat merupakan program...

KETUA API PROVINSI PAPUA AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS JELANG PERAYAAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022

Jayapura - Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua pendeta Jimmy Koirewoa, S.Th mengajak semua...

Recent Comments