By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Noken Papua untuk Souvenir di PON XX
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
OlahragaPariwisataPemerintahan

Noken Papua untuk Souvenir di PON XX

SuaraNews Papua
Last updated: 10 Februari 2021 17:10
SuaraNews Papua 6 tahun ago
Share
SHARE

Suaranewspapua.com – Sejak 2020 Kristina Degey dan Sarah Pakage serta anggotanya membuat suvenir khusus PON XX berupa noken, tas adat papua untuk tahun 2020.

Setiap hari dari pukul 07.00 hingga pukul 18.00 Waktu Papua (WP) mereka berjualan noken di lampu merah Dok 5 Jayapura dan di sepanjang trotoar di depan kantor pusat Bank Papua, Kota Jayapura. Kelompok ini beralamat di Kampung Baru Dok 5, Jayapura, Papua.
“Waktu itu ada anggota yang buat lima, ada yang buat sepuluh, yang beli itu mereka mau bawa keluar sebagai oleh-oleh,” ujar Degey.
Kristina Degey dan anggotanya membentuk kelompok Noken Matopai pada 2020 yang beranggota 33 orang. Kelompok tersebut dibentuk untuk mempermudah mendapat bantuan dari Disperindagkop Kota Jayapura, Papua.
“Sebelumnya kita jualannya sendiri-sendiri tapi kami ikuti yang su punya ruko itu punya kelompok, dorang dapat bantuan, pemerintah kota itu mau bantu tapi harus punya kelompok, kalau perorangan itu tidak bisa,” katanya.

Tapi menurutnya yang terutama dibentuk kelompok ini agar sesama anggota saling membantu supaya usaha noken bisa terus berjalan. Selain itu juga tidak kesulitan mendapatkan modal membiayai pendidikan anak-anak mereka.
“Kami saling bantu, ada yang tidak punya uang beli benang atau yang mau bayar uang sekolah anaknya bisa saling pinjam dulu,” ujarnya.
Degey dan anggotanya akan mulai memproduksi noken khusus PON XX berukuran kecil, sedang, dan besar pada Maret 2021. Noken yang akan dibuat bermotif maskot PON XX dan motif tulisan.
Mereka memilih membuat noken untuk dijual pada PON XX karena selama menekuni usaha noken sangat diminati. Juga karena alasan budaya turun-temurun.
“Bagi kami orang gunung seperti Lapago dan Meepago, noken itu kehidupan kami, jadi kami punya budaya dari orangtua,” katanya.
Ia melanjutkan, pertama noken tersebut untuk membawa hasil kebun atau sambil menunggu hasil kebun.
“Kami bikin noken untuk tukar dengan dengan petatas, keladi, atau babi untuk piara, da sebelum ada kain sarung anak bayi isi dalam noken,” ujarnya.

Ia dan anggotanya akan membuat noken berbahan kulit kayu, anggrek, dan benang. Noken kulit kayu dan anggrek akan dijual Rp100 ribu sampai Rp1 juta. Sedangkan noken berbahan benang akan dijual Rp100 ribu sampai Rp500 ribu.
Degey dan anggotanya akan membuat 300 noken kulit kayu genemo dan anggrek. Kemudian 500 noken berbahan benang manila, polikceri, dan poletik. Biasanya untuk noken benang mereka belanja bahan di Pasar Hamadi dan Pasar Youtefa. Sedangkan bahan noken kulit kayu atau anggrek dipesan dari Paniai.
Lama mengerjakan satu noken kulit kayu dan anggrek tergantung ukuran, bisa seminggu hingga sebulan. Sedangkan dari benang hanya tiga hari.
Biaya produksi noken benang Rp60 ribu dan dari kulit kayu atau anggrek Rp150 ribu sampai Rp300 ribu. Untuk penjualan 800 buat noken pada PON XX, Degey menargetkan bisa mendapatkan keuntungan Rp50 juta..
“Dari setiap noken yang terjual kami menyisihkan Rp5 ribu untuk dimasukkan ke dalam kas kelompok,” ujarnya.

You Might Also Like

Papua Tengah Perkuat Respons Dugaan Kasus Campak di Dogiyai Melalui Investigasi Lapangan

Wabup Nabire Tekankan Disiplin ASN dan Perkuat Sinergi Pemerintahan, TNI, dan Polri

Pemerintah Daerah Papua Raih Apresiasi Kemendagri atas Kinerja Pembangunan

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Optimalisasi Dana Otsus Papua melalui Penerapan Prinsip 5T

Pembangunan Papua Dinilai Harus Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat Adat

TAGGED: Noken Papua, PON Papua, PON XX
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kapolda Papua : Kondisi Papua Secara Umum Kondusif
Next Article Kemenhub Optimalkan Tol Laut Multimoda Hingga Pegunungan Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?