Senin 4 Maret, 2024
Beranda Agama Pendakwah di Pedalaman Papua Barat Giatkan Aktivitas Sosial

Pendakwah di Pedalaman Papua Barat Giatkan Aktivitas Sosial

suaranewspapua.com- JAKARTA- Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi menuturkan, aktivitas dakwah di daerah pedalaman terus berjalan di tengah pandemi Covid-19. Kebanyakan pendakwah menggiatkan berbagai aktivitas sosial.

“Memang ada kendala karena tidak bisa bebas seperti biasanya. Tetapi saya menginstruksikan agar tetap beraktivitas, paling tidak beralih ke aktivitas sosial, misalnya membantu Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) mendistribusikan sembako,” kata dia kepada Republika, Selasa (8/9).

Selain membantu mendistribusikan sembako, Kiai Zubaidi mengatakan, para pendakwah juga melaksanakan khitanan massal terutama bagi mereka yang baru menjadi mualaf. Dia mengatakan, dakwah ini memang membuat beberapa warga setempat memutuskan masuk Islam.

Kiai Zubaidi menjelaskan, Komisi Dakwah MUI telah mengirim lima pendakwah ke lima kabupaten di Papua Barat sejak September 2019 lalu. Lima hari lagi mereka akan kembali lagi ke Jakarta setelah menyelesaikan masa khidmatnya selama satu tahun. Lima kabupaten itu ialah Sorong Selatan, Kaimana, Manokwari Selatan, Raja Ampat, dan Teluk Bintuni.

“Sejauh laporan, memang sediki terkendala karena tidak bisa bikin acara-acara yang ramai. Tetapi kalau kegiatan yang di masjid itu masih bisa jalan, karena tidak semua zona merah. Jumatan juga masih dilakukan. Idul Adha dapat dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan,” tutur dia.

Kegiatan mengaji di masjid, terang Kiai Zubaidi, masih bisa dilaksanakan tetapi dengan membatasi jumlah jamaah karena harus melakukan jaga jarak fisik. “Pengajian di mushala atau masjid jumlahnya tidak banyak, jadi memang tidak bisa sebebas biasanya,” ujarnya.

Kiai Zubaidi melanjutkan, para pendakwah yang dikirim tersebut mengemban tugas untuk memberikan pelayanan kepada kaum Muslim di daerah pedalaman. Misalnya menjadi imam, khatib, dan membantu pemakaman jenazah sesuai syariat. Mereka juga mengajarkan ilmu-ilmu agama seperti tauhid, fiqih, tajwid dan lainnya. “Dan ketika ada yang mau masuk Islam, ya tetap dilayani,” imbuhnya.

Berbekal ilmu-ilmu agama beserta praktik yang telah diberikan, Kiai Zubaidi berharap warga Muslim setempat bisa menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. “Kita berharap penduduk setempat mengkloningnya supaya bisa meneruskan. Jadi ketika ditinggal, ada yang menggantikan perannya,” ucap dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Chief of the Mee Tribe, Central Papua Urges to Maintain Community Security and Security Ahead of Recapitulation of 2024 Election Results

Nabire- The Chief of the Mee Tribe, Melkias Keiya, emphasized the importance of maintaining security, order and a peaceful situation in the...

Kepala Suku Mee, Papua Tengah Imbau Jaga Kamtibmas Jelang Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024

Nabire- Kepala Suku Mee, Melkias Keiya, menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan situasi damai di wilayah adat Mepago, khususnya menjelang dan saat...

LO Papua Regional Police, Central Papua Province, Urges Puncak Jaya Students to Participate in the Success of the 2024 Election Plenary

Jayapura- Police Commissioner Supriyagung, S.I.K., M.H, who is the LO (Liaison Officer) of the Papua Police, Central Papua Province, visited the Puncak...

LO Polda Papua Provinsi Papua Tengah, Imbau Mahasiswa Puncak Jaya Turut Serta Sukseskan Pleno Pemilu 2024

Jayapura- Kombes Pol Supriyagung, S.I.K.,M.H, yang merupakan LO (Liaison Officer) Polda Papua Provinsi Papua Tengah, melakukan kunjungan ke Asrama Mahasiswa Puncak Jaya...

Recent Comments