Sabtu 2 Maret, 2024
Beranda Pelayanan Pengamat: Pemekaran Bukti Presiden Utamakan Kesejahteraan Papua

Pengamat: Pemekaran Bukti Presiden Utamakan Kesejahteraan Papua

Jakarta- Pengamat politik dan akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Robi Sugara mengatakan pemekaran tiga provinsi di Tanah Papua bukti Presiden Joko Widodo ingin mengutamakan kesejahteraan masyarakat Papua. “Ini menjadi bukti bahwa demi Papua, Presiden Jokowi ingin Papua terus mengalami dinamisasi, dan berupaya menstabilkan persoalan yang ada di Papua,” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2022.

DPR RI, pada Juni 2022, mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) tiga daerah otonom baru (DOB) di Papua menjadi undang-undang yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Pemekaran ditujukan untuk menjamin hak dan pemerataan pembangunan di Bumi Cenderawasih.

Robi menyebutkan sekitar 40 persen persoalan Indonesia, ada di Tanah Papua. Oleh karena itu, isu Papua menjadi penting dan sensitif, sehingga pemerintah cukup hati-hati dalam menyikapi. Sumber daya manusia disiapkan Meskipun adanya kebijakan moratorium pemekaran akibat keterbatasan anggaran, pemerintah masih mengupayakan atau mendahulukan Papua. Kendati membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun pemerintah pusat tetap berupaya.

“Ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat yang cukup tinggi apalagi di tengah gelombang COVID-19 serta dampak perang Rusia dan Ukraina,” ujarnya.

Pemekaran tersebut juga untuk mempercepat pembangunan dan proses layanan yang harus dirasakan oleh masyarakat Papua. Selain itu, yang perlu diutamakan adalah menyiapkan sumber daya manusia.

Dengan adanya, DOB membutuhkan tenaga ahli yang cukup. Hal itu tentu saja belum bisa dipenuhi dengan maksimal oleh warga asli Papua sehingga perlu dukungan dari warga Indonesia lainnya. Rentang kendali diperlebar Sementara itu, Ketua Umum DPN Pemuda Adat Papua Jan Christian Arebo menilai pemekaran provinsi Papua selaras dengan kebijakan percepatan pembangunan di Bumi Cenderawasih. “Ini adalah kebijakan yang luar biasa sekaligus bentuk keseriusan dalam membangun kesejahteraan masyarakat Papua,” ujarnya.

Menurut dia, pemekaran ini diperlukan mengingat luasnya kondisi geografis Papua jika dibandingkan Jawa, sehingga membutuhkan rentang kendali yang harus diperlebar agar layanan publik bisa dimaksimalkan. Selain itu, kata dia, tiga provinsi baru juga akan menyerap sumber daya manusia khususnya dari warga asli Papua. Hal itu tentu saja membawa dampak positif bagi generasi muda yang memiliki kemampuan di berbagai bidang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Srikandi Polri Enter Seram Region Sprinkle Smiles

Jayapura- Seram region is one of the areas of the Pegunungan Bintang Regency, Papua Mountain Province which is located not far from...

Srikandi Polri Masuk Wilayah Seram Taburkan Senyuman

Jayapura- Wilayah seram merupakan salah satu wilayah dari Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan yang letaknya tidak jauh dari ibu kota Kabupaten...

Members of the NTT Police Mobile Brigade, Victims of the KKB Shooting in Papua, Again Awarded Promotions

Jayapura- The National Police again awarded Bharaka Rani Yohanes Seran a promotion. He previously suffered a gunshot wound to...

Anggota Brimob Polda NTT Korban Penembakan KKB di Papua Kembali Dianugerahi Kenaikan Pangkat

Jayapura- Polri kembali menganugerahkan kenaikan pangkat bagi Bharaka Rani Yohanes Seran setingkat lebih tinggi. Ia sebelumnya mengalami luka tembak...

Recent Comments