Minggu 26 Mei, 2024
Beranda Hukum&Kriminal Ali Kabiay: Aksi 1 April Bukan Murni Aspirasi Rakyat Papua

Ali Kabiay: Aksi 1 April Bukan Murni Aspirasi Rakyat Papua

Jayapura – Beredarnya selebaran untuk melakukan aksi penolakan pemekaran DOB yang mengatasnamakan Petisi Rakyat Papua (PRP), dibantah oleh Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri, Rabu 30/03/22.

Ali Kabiay dalam keterangan kepada pers mengatakan agenda penolakan DOB dan Otsus yang mengatasnamakan Rakyat Papua merupakan pemikiran yang tidak murni, pasalnya aksi penolakan DOB ini sudah sarat dengan kepentingan politik.

“Ada kelompok tertentu yang memiliki kepentingan untuk mendorong aksi penolakan DOB pada tanggal 1 April nanti, dan ini tidak murni dari pemikiran rakyat Papua seutuhnya, hanya sekelompok masyarakat saja,” terang Ali.

Lebih lanjut kata Ali, bahwa kelompok masyarakat ini memiliki idealisme yang sempit dan dibelakangnya ada aktor yang bermain untuk mengganggu atau mengacaukan program pemekaran baik provinsi maupun kabupaten.

Aktor yang dimaksud Ali, mereka yang tidak ingin piring makannya dibagi dengan kelompok masyarakat lainnya dalam hal ini pemekaran wilayah.

“Jadi, aktor dibalik penolakan ini yaitu mereka yang tidak mau membagi piring makannya atau kue yang didapati selama ini untuk dibagi kepada kelompok masyarakat yang lain, karena bila pemekaran DOB maka jatah kuenya akan berkurang ataupun bisa hilang,” ungkapnya.

Ali juga menegaskan mereka inilah yang dari dulu menguasai politik di Papua, bahkan birokrasi dan anggaranpun dikuasai mereka, inikan sangat konyol.

“Tak hanya masalah piring makan, masalah politik, birokrasi dan anggaranpun hanya dikuasai mereka, namun hal yang konyol yaitu DOB ditolak tetapi uangnya dinikmati oleh mereka sendiri, sangat menyedihkan,” kata Ali.

Untuk itu, dalam agenda yang mengatasnamakan Rakyat Papua, Ali meminta kepada seluruh rakyat Papua membaca dinamika situasi, jangan mudah terprovokasi untuk ikut aksi yang merugikan diri sendiri dan orang lain, karena mereka adalah kelompok yang tidak bertanggung jawab.

“Ada upaya pengkondisian situasi menjadi chaos seperti kerusuhan tahun 2019 lalu, diharapkan seluruh warga Nusantara yang ada di Papua untuk menghindari dan bersama membantu pihak aparat TNI dan Polri untuk menjaga Kamtibmas di Tanah Papua ini,” tuturnya.

Ali mengingatkan bahwa Papua ini luas dengan kultur, budaya dan wilayah adat yang berbeda-beda, sehingga tidak ada satupun kelompok yang bisa mewakili kelompok lain atasnama rakyat Papua. Pemerintah juga sudah memberikan jalan yang terbaik untuk pemekaran wilayah agar rakyat Papua merasakan pemerataan kesejahteraan dan keadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recruitment of Police Members at Papua Regional Police Receives Appreciation from Traditional Leaders

Jayapura- Ramses Wally, one of the leading traditional figures in Papua Province, expressed his appreciation to the Papua Regional Police Chief, Inspector...

Rekrutan Anggota Polri di Polda Papua Mendapat Apresiasi dari Tokoh Adat

Jayapura- Ramses Wally, salah satu tokoh adat terkemuka di Provinsi Papua, memberikan apresiasi kepada Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri, dan...

Positive Synergy: Cartenz Peace Ops Public Relations Task Force and Media Crew Build Solid Cooperation Through Gathering Events

Timika - The Cartenz Peace Ops Public Relations Task Force demonstrated its commitment to strengthening solid cooperation and mutual support by holding...

“Sinergi Positif: Satgas Humas Ops Damai Cartenz dan Awak Media Bangun Kerja Sama Solid Melalui Acara Silaturahmi”

Timika - Satgas Humas Ops Damai Cartenz memperlihatkan komitmen dalam memperkuat kerja sama yang solid dan saling mendukung dengan menggelar acara silaturahmi...

Recent Comments