Senin 6 Desember, 2021
Beranda Hukum&Kriminal MENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI PAPUA, TETAPI MASIH MAKAN UANG RUPIAH

MENDUKUNG PAPUA MERDEKA DI PAPUA, TETAPI MASIH MAKAN UANG RUPIAH

Fenomena dan dinamika yang terjadi di Papua sangat unik tetapi juga memalukan, hal tersebut tentu sangat berkaitan dengan para pendukung gerakan separatis dari Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) yang ada di Papua, tentu bukan hal baru lagi , serta bukan rahasia lagi jika pendukung separatis di papua berasal dari berbagai kalangan, misalnya di papua ada beberapa tokoh agama yang sangat getol mendukung gerakan separatisme di Papua, misalnya Pendeta Socartes Sofyan Yoman yang selalu menyuarakan dukungan secara langsung kepada gerakan separatisme di Papua, dukungan itupun sampai di sandingkan dengan ayat – ayat suci dari dalam bible. Sungguh sebuah ironi yang mengelikan, saya sendiri merasa malu jika harus membaca tulisan Pendeta Socrates, karena menurut saya tulisan tersebut jauh dari pesan Yesus Kristus.

Kita kembali lagi ke judul tulisan ini di atas, saya memang memilih judul tersebut berdasarkan fenomena dan dinamika yang terjadi di Papua, termasuk beberapa pertemuan saya dengan teman – teman , sahabat serta saudara – saudara saya yang berbeda ideologi, mereka memilih ideologi papua merdeka dan saya memilih idelogi Pancasila sebab bagi saya Pancasila mewakili sisi kehidupan positif bagi masyarakat Indonesia, ideologi Pancasila bahkan menjadi perekat penting bagi seluruh warga negara Indonesia, jika di lihat secara seksama, maka pancasila adalah ideologi yang mengandalkan kehidupan spiritual yang kokoh, kehidupan persaudaraan yang melewati sekat – sekat perbedaan serta ideologi yang berhasil menjadi salah satu ideologi yang diakui dunia sebagai ideologi universal. Jadi jika hari ini anda berhadapan dengan para pendukung separatis di Papua, anda tidak perlu takut, karena apa..???

Karena para pendukung gerakan Sparatis di Papua masih makan, masih minum, bahkan masih beraktifitas dengan menggunakan uang Indonesia yaitu uang rupiah, tentu mereka para pendukung gerakan separatis di Papua seharusnya malu pada diri mereka dan malu pada negara, karena mereka membenci negara Indonesia tetapi masih memakai fasilitas dan uang rupiah milik Indonesia, trus kebanggaan apa bagi mereka..?? apa yang mereka ( Pendukung Separatis Papua ) banggakan dari perjuangan mereka, saya rasa tidak ada yang harus mereka banggakan, bahkan Kelompok Separatis Teroris Papua ( KSTP ) / TPN OPM, masih menggunakan uang rupiah untuk beraktifitas, mereka makan minum, beli amunisi , beli senjata, beli semua perlengkapan menggunakan uang rupiah, seharusnya para pendukung gerakan separtis di papua merasa malu, seharusnya malu dan harus malu dengan fenomena tersebut, dengan kata lain jangan munafik…!!!

Saya hanya ingin menyampaikan beberapa pesan saya untuk para pendukung gerakan separtisme di Papua, kalian jangan munafik dan jangan menipu diri kalian sendiri, kalian berteriak Papua merdeka tetapi kalian masih gunakan uang rupiah dan masih korupsi uang rupiah, berarti perjuangan kalian tidak akan pernah di restui oleh Tuhan, karena kalian melakukan perjuangan dengan berlandaskan dosa dan penipuan.

Semoga fenomena dan dinamika MENDUKUNG PAPUA MERDEKA, TETAPI MASIH MAKAN UANG RUPIAH yang terjadi di Papua tidak mempengaruhi pola berpikir generasi muda Indonesia yang berasal dari Papua. Papua secara sah dan legal adalah bagian integral dari NKRI.

Salam hangat dari Papua untuk Indonesia tercinta❤️🇲🇨

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Satgas Nemangkawi Bersama Polres Pegunungan Bintang Cek TKP Kebakaran di SMA N 1 Oksibil

Papua- Satgas Nemangkawi bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Pamrahwan menanggapi laporan adanya kebakaran di SMAN 1 Oksibil Jl. Yapimakot Kampung Esipding...

SATGAS NEMANGKAWI DAN POLRES NABIRE RINGKUS DPO PENJUAL AMUNISI DI KABUPATEN NABIRE

Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021 pukul 17.33 WIT bertempat di Jalan Poros Wadio-Wanggar Kabupaten Nabire, personil gabungan Satgas...

Kegiatan SI IPAR dari binmas Noken Dekatkan Polisi dengan Anak PAUD Koya Timur

Papua- Sektor pemolisian masyarakat seringkali menjadi hal yang luput dari lensa media. Di wilayah Papua, community policing atau pemolisian masyarakat merupakan program...

KETUA API PROVINSI PAPUA AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS JELANG PERAYAAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022

Jayapura - Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua pendeta Jimmy Koirewoa, S.Th mengajak semua...

Recent Comments