Sabtu 18 Mei, 2024
Beranda Pemerintahan 2 Guru Gugur di Papua, Mendikbud: Terima Kasih Atas Pengabdianmu Untuk Pendidikan...

2 Guru Gugur di Papua, Mendikbud: Terima Kasih Atas Pengabdianmu Untuk Pendidikan Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.., menyatakan turut berduka cita dan kehilangan atas gugurnya dua guru hebat di di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Keduanya Yonatan Randen, guru di SMPN 1 Julokoma dan Oktavianus Rayo merupakan guru Sekolah Dasar (SD). Ucapan duka Nadiem disampaikan melalui laman akun Instagramnya @nadiemmakarim.

“Turut berbelasungkawa atas gugurnya dua guru hebat Oktavianus Rayo dan Yonatan Rende dalam menjalankan tugas di Distrik Beoga, Papua. Terima kasih atas pengabdianmu untuk pendidikan Indonesia,” tulisnya di instastory akun Instaragam miliknya.

Diketahui, dus pahlawan tanpa jasa tersebut gugur akibat keberingasan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kedua ditembak setelah sempat diculik oleh KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Kamis (8/4).

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi sangat menyesalkan aksi penembakan yang dilakukan KKB terhadap dua guru di Papua. Selain melakukan penembakan, KKB juga melakukan pembakaran terhadap rumah tempat tinggal kedua guru tersebut di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada pada Kamis (8/4).

Unifah mengatakan guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, ia berharap negara dapat hadir dapat melalui pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat pertahanan dan keamanan, tokoh masyarakat (adat) untuk dapat memberikan perlindungan terhadap keselamatan para guru.

“Terutama guru yang bertugas di pedalaman yang saat ini tersulut konflik agar mereka mendapatkan jaminan keselamatan diri, dan keluarganya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan jika guru-guru tersebut tak merasakan ketidakpastian akan jaminan keamanan dalam menjalankan tugasnya, maka perlu adanya bantuan dari pemerintah pusat.

“Apabila guru tersebut merasakan ketidakpastian akan jaminan keselamatan dalam menjalankan tugasnya, lanjut dia, maka mohon bantuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memfasilitasi mereka. Dengan begitu tempat tugas mereka aman dan terlindungi,” jelasnya.

Selain mengungkapkan rasa dukanya, Unifah juga berharap permasalahan yang terjadi di daerah konflik, agar dapat segera teratasi dan masyarakat kembali menjalani kehidupan yang tenang dalam satu rumah negara tercinta, yakni Indonesia.

“Selamat jalan kawan! Semoga mendapatkan tempat yang tinggi di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Criticism of KKB’s Presence by Human Rights Organizations

Papua - Several human rights organizations (HROs) have raised critical voices against the presence of the Armed...

Kritik terhadap Keberadaan KKB oleh Lembaga Hak Asasi Manusia

Papua - Sejumlah lembaga hak asasi manusia (HAM) telah mengangkat suara kritis terhadap keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata...

KKB is at it again by killing a civilian in Intan Jaya

Jayapura – The Armed Criminal Group (KKB) has acted again, this time the Undius Kogoya KKB led by Lewis Kogoya and Enos...

KKB Kembali Berulah Dengan Bunuh Seorang Warga Sipil di Intan Jaya

Jayapura – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah, kali ini KKB barisan Undius Kogoya pimpinan Lewis Kogoya dan Enos Tipagau melakukan aksinya...

Recent Comments