Sabtu 27 November, 2021
Beranda Hukum&Kriminal Kepala Sekolah SMPN 1 Beoga Jadi Saksi Mata Kekejaman KKB

Kepala Sekolah SMPN 1 Beoga Jadi Saksi Mata Kekejaman KKB

Junaedi Arung Sulele, Kepala Sekolah SMPN 1 Beoga Kabupaten Puncak Papua menyampaikan rasa dukanya. Atas berpulangnya Bapa Oktavianus Rayo dan Yonathan Renden.

Dalam acara layatan tersebut, Junaidi menjelaskan sitiasi mencekam saat penembakan KKB terjadi.

“Sebelum ada kejadian, hingga kami semua turun, situasi sudah kembali kondusif sehingga kami memutuskan untuk kembali ke Beoga.”

“Puji tuhan Saya masih lolos, saat penembakan saya tidak lihat orang, ketika bunyi tembakan saya lari ke arah kanan, Sdr. Yonatan Renden (28) ke kiri, korban sudah kena 2 kali tembakan di dada tapi masih sempat lari kemudian rubuh.”

“Kalau korban pertama, saya tidak di TKP, lokasi saya jauh dari situ. Lokasi korban pertama itu di SMPN 1 BEOGA, korban itu guru SD Klemabeth, tetapi karena istrinya mengajar di SMP mereka tinggal di perumahan guru SMPN 1 BEOGA. Saat penembakan korban pertama Sdr. Oktovianus Rayo (40) dia di kepung KKB.”

“Selama ini situasi aman-aman saja, Aparat keamanan dari koramil, polsek dan satgas TNI-Polri selama ini memang sudah berjaga di Beoga.”

“Pasca penembakan, situasi di atas saat ini masih siaga. Aparat TNI-POLRI berjaga disekitar kampung beoga.”

“Informasi yang saya terima yang dibakar adalah perumahan guru dan 1 gedung sekolah SMA.”

“Selama ini kami Guru pendatang dekat dengan Masyarakat asli Kab. Puncak.”

“Kedua korban itu merupakn guru kontrak, Oktavianus sudah 10 tahun menjadi Guru kontrak, sedangkan Yonathan 2 tahun, kedua korban ini sudah berkeluarga Sdr. Oktavianus bersama tinggal di Beoga, sedangkan Yonatan Anak istrinya di Toraja. Total ada 11 orang guru pendatang, sebagian mengungsi di Koramil.”

Dijelaskan oleh Junaidi bahwa tidak banyaknoendatang di wilayah Beoga, hanya para guru saja. Serta informasi yang menyatakan Junaidi diculik tidal sepenuhnya benar. Saat terjadi penembakan, Junaidi bersembunyi dirumah warga. Ketika aparat TNI-POLRI yang mengevakuasi jenazah lewat didekat persembunyiannya, Junaidi keluar dan ikut mengamankan diri di koramil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Binmas Noken Tolikara Melaksanakan  Pemolisian Masyarakat melalui program KOTEKA

Papua- Pada Kamis, tanggal 24  November 2021 Satgas Binmas Noken Wilayah Tolikara yang diawaki oleh Iptu widada, Brigadir Petrus Hamokwarong, Briptu Yordan...

Ini dia 5 Point Pernyataan Sikap Dari Tokoh Adat Papua Menjelang 1 Desember

Jayapura, Menjelang tanggal 1 Desember 2021 yang diklaim oleh kelompok ataupun simpatisan Papua Merdeka sebagai hari kemerdekaan Papua barat tampaknya tahun ini...

Pemuda Saireri : Menjelang 1 Desember Papua Harus Tetap Menjadi Tanah Damai

Jayapura, 1 Desember setiap tahunnya yang diklaim sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat, selalu menempatkan Papua pada situasi keamanan tertentu di beberapa wilayah...

Herman Yoku : HUT Papua Barat, 1 Desember dan Bintang Kejora Adalah Sebuah Kekeliruan Sejarah dan Pembodohan

Jayapura, Menjelang 1 Desember setiap tahunya yang diklaim sebagai HUT Papua Barat atau hari kemerdekaan bangsa Papua, para aktivis dan simpatisan Papua...

Recent Comments