By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar, Tokoh Lintas Agama Papua : Toleransi Umat Beragama Papua Tidak Akan Pecah Karena Tragedi Itu!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
AgamaHukum&KriminalKeamanan dan KetertibanPeristiwaSosial Budaya

Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar, Tokoh Lintas Agama Papua : Toleransi Umat Beragama Papua Tidak Akan Pecah Karena Tragedi Itu!

SuaraNews Papua
Last updated: 31 Maret 2021 17:49
SuaraNews Papua 5 tahun ago
Share
SHARE

Tokoh lintas agama di Provinsi Papua mengecam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3) lalu.

Tokoh Katolik Papua, drg Aloisius Giyai, Ketua MUI Papua, KH Syaiful Islam Al Payage, Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Papua, Mansur dan beberapa tokoh lainnya mengutuk tindakan tersebut.

Tindakan tersebut, kata mereka, bertujuan memecah belah toleransi antar umat beragama. Para tokoh lintas agama memastikan toleransi antar umat beragama di Papua tidak akan terpecah karena tragedi itu.

“Setiap acara di gereja, organisasi Islam selalu rutin ikut menjaga dan saat Paskah nanti umat muslim akan ikut menjaga kami yang beribadah,” ujar Aloisius Giyai di Jayapura, Senin (29/3/2021).

Ia meyakini umat Kristen di Papua tidak akan terprovokasi dengan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. drg Aloisius Giyai pun meminta muslim di Papua tidak khawatir dan tersulut oleh berita itu.

“Aksi yang terjadi itu bukan menjerumus ke agama tertentu, melainkan itu hanya oknum yang tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran agama apa pun, dan aksi itu harus kita lawan bersama,” tegas drg Aloisius Giyai.

Selain itu, tambahnya, TNI-Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pasti mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk dengan yang mengarah pada terorisme di Indonesia.

Kementerian Agama Republik Indonesia juga diminta mengambil tindakan tegas terhadap aliran yang dapat memecah kesatuan dan kedamaian umat beragama.

Sementara itu, Ketua MUI Papua KH Syaiful Islam Al Payage meminta agar semua muslim di Papua menjaga keamanan serta ketertiban di Papua agar bisa menjadi contoh bagaimana masyarakat berbeda agama dapat hidup dengan saling menghargai dan menghormati.

“Kerukunan umat beragama di Papua yang sudah terjalin sejak lama ini kami akan tetap jaga sampai kapan pun tanpa terpancing dengan isu yang terjadi di luar sana,” kata Ketua MUI Papua.

You Might Also Like

Ketua Barisan Merah Putih Papua Kecam Penyanderaan Warga Sipil di Jila

Wabup Mimika: Tenang, Percayakan Aparat, Jila Segera Pulih

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Tokoh Perempuan di Wamena Ajak Warga Dukung PON XX Papua
Next Article Ratusan KIP Kuliah akan disalurkan lagi oleh Kemenag untuk Mahasiswa Papua dan Papua Barat
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?