By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Pelaksanaan Ritual Melasti dan Mecaru di Jayapura
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
AgamaPeristiwa

Pelaksanaan Ritual Melasti dan Mecaru di Jayapura

SuaraNews Papua
Last updated: 15 Maret 2021 10:48
SuaraNews Papua 5 tahun ago
Share
SHARE

Walaupun ditengah pandemic Ratusan umat  Hindu di Kota Jayapura, Papua melaksanakan Ritual Melasti dan Mecaru dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 pada 14 Maret mendatang

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Papua, I Komang Wardana pada Sabtu (13/3/2021), mengatakan ritual itu dilaksanakan secara sederhana ditengah pandemi Covid-19 di Pantai Holtekam, Jayapura.

Menurut dia, upacara melasti atau melelasti dapat didefinisikan sebagai nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta yang berarti menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan.

Selain itu, kata dia, umat Hindu juga ritual Mecaru di areal Pura Agung Surya Bhuvana Skline yang bertujuan untuk menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam dan pencipta Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melebut sifat buruk.

“Pelaksanaan ritual ini secara sederhana di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada umat Hindu agar melaksanakan Catur Brata Penyepian yakni amati geni tidak menyalakan api.

“Amati karya tidak memperbolehkan mengadakan aktifitas fisik kerja dan amati lelaungan tidak boleh menikmati hiburan kesenangan dan bepergian selama rangkaian hari raya nyepi,” ujarnya.

Sementara itu, Pinandita Pura Agung Surya Bhuvana, I Wayan Wira Adnyana menyebutkan, sebagai ajang untuk mengintropeksi diri kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala aktifitas dan perbuatan selama satu tahun.

“Intinya, umat Hindu dimana berada didalam melaksanakan nyepi tidak hanya sepi namun juga hening,” katanya.

Dia berharap, rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 pada masa pandemi Covid-19 ini dapat mempertahankan kesehatan dan terbebas dari segala penyakit, sehingga dapat melaksanakan aktivitas seperti biasanya.

Ia menambahkan, ritual yang telah dilaksanakan dapat dijalankan perayaan nyepi dengan mengangkat tema “jadikanlah hidup untuk intropeksi diri dimasa pandemi Covid-19 agar alam harmonis dengan seluruh ciptaanya.”

You Might Also Like

Community Experiences the Benefits of Task Force Operation Peace Cartenz 2026 Presence During Worship

Masyarakat Rasakan Manfaat Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz Saat Beribadah

Usai Dialog, Wapres dan Perwakilan Mahasiswa Salat Magrib Berjamaah di Masjid Baiturrahman Setwapres

Pengamanan Ibadah Satgas Damai Cartenz Berikan Rasa Aman bagi Jemaat di Kabupaten Puncak

Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah dan Laksanakan Patroli Jalan Kaki di Puncak

TAGGED: Hindu
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Silaturahmi Polda Kalsel dan Mahasiswa Papua di Banjarbaru
Next Article PON XX Papua menjadi ajang Persaudaraan, Persatuan, dan Solidaritas Antar Daerah
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?