Minggu 25 Februari, 2024
Beranda Hukum&Kriminal Pengamat Papua: Victor Yeimo dan KNPB Jangan Memutar Balik Fakta dan Buat...

Pengamat Papua: Victor Yeimo dan KNPB Jangan Memutar Balik Fakta dan Buat HOAX

Suaranewspapua.com – Upaya pemerintah untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman di Papua selalu saja diputar balik oleh sekelompok organisasi pro kemerdekaan papua, salah satunya adalah Kelompok KNPB (Komite Nasional Papua Barat). 

Pernyataan ini dikeluarkan oleh salah satu tokoh Papua selaku pengamat Papua Edward G. M yang akrab disapa Edo, melalui catatan digitalnya Edo menilai kalau KNPB selalu memutar balikan realitas yang ada di Papua, contohnya seperti kemajuan papua, kesejahteraan papua dan Pendidikan papua atau sumber daya manusia. 

“Kemajuan, Kesejahteraan dan Pendidikan di Papua sudah semakin baik dan meningkat, kita lihat saja di lapangan, berapa banyak orang papua yang sukses di Pendidikan, berapa banyak yang sudah menjadi pengusaha, tolong KNPB semua ini dihitung juga,” tulisnya. 

Dilansir dari pernyataan Victor Yeimo selaku juru bicara KNPB dari media propagandanya yaitu suarapapua.com menuliskan “Jokowi Panen Darah di Papua” ini sebuah pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan fakta. 

Buktinya apa? Darah mana yang dipanen? Soal intan jaya? Bukankah sebaliknya darah yang mengalir adalah darah anggota TNI yang diserang dan dibunuh oleh kelompok TPNOPM. Bagi prajurit TNI sudah menjadi kewajiban untuk mengorbankan jiwa dan raga mereka demi bangsa dan negara Indonesia. Mereka yang mati di medan perang adalah sebagai pahlawan. 

Kalau kelompok TPNOPM yang mati jangan diputarbalikan sebagai warga sipil yang tidak berdosa, merka kalau mati ya biarkan saja mereka mati dan mejadi pahlawan bagi kelompoknya, inikan perang sesuai dengan tantangan mereka kepada prajurit TNI. 

Dan victor yeimo (KNPB) jangan buat pernyataan propaganda dengan putar balik semua itu dan buat HOAX.

 Intan Jaya sesuai surat undangan perang dari TPNOPM adalah wilayah perang, siapaun yang dicurigai sebagai musuh wajar untuk ditangkap, baca hukum aturan perang. 

Disana (Intan Jaya) adalah wilayah perang bagi TPNOPM sesuai dengan surat undangan perang yang disampaikan oleh TPNOPM, jadi kalau mau selesai perang salah satu dari pasukan yang bertikai harus angkat bendera putih sebagai tanda untuk menyerah. 

Ingat, tidak ada dan tidak mungkin Referendum terjadi dua kali, jika TPNOPM masih terus melakukan tindakan criminal atau melawan pemerintah Indonesia sudah pasti pemerintah tidak memberikan kompromi karena sudah nyata-nyata mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakarat. 

Selamat buat Victor Yeimo ya, semoga pernyataanmu dapat dipercaya oleh rakyat papua, pemerintah melalui aparatnya akan terus memantau pergerakanmu, apakah dana otsus yang disalurkan ke KNPB sudah kamu habis di PNG? Atau sudah tidak ada lagi anak perempuan dibawah umur yang mau kamu bawa lari? Akhir dari tulisan Edo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

The Action and Gakum Task Force Conducts Dialogical Patrols in the Kiwirok District

Oksibil- Kiwirok District 2024 ODC Action and Gakum Task Force carries out joint patrols as an effort to maintain security and order...

Satgas Tindak dan Gakum Laksanakan Patroli Dialogis di Distrik Kiwirok

Oksibil- Satgas Tindak dan Gakum ODC 2024 Distrik Kiwirok melaksanakan patroli gabungan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut, 23...

BKO Sat Brimob Polda Papua Conducts Combat Patrols in Serambakon District

Oksibil- Papua Police Mobile Brigade personnel assigned as BKO (Operational Police Assistance) of the Papua Police Mobile Brigade Unit carry out combat...

BKO Sat Brimob Polda Papua Laksanakan Patroli Tempur Di Distrik Serambakon

Oksibil- Personel Brimob Polda Papua yang ditugaskan sebagai BKO (Bantuan Kepolisian Operasional) Satuan Brimob Polda Papua melaksanakan patroli tempur di Distrik Serambakon,...

Recent Comments