Kamis 2 Desember, 2021
Beranda Sosial Budaya Memperingati Hari Noken Sedunia, Warisan Budaya Papua

Memperingati Hari Noken Sedunia, Warisan Budaya Papua

suaranewspapua.com. jayapura. 4 Desember menjadi momen spesial bagi noken Papua, tas rajut tradisional asal Tanah Mutiara Hitam yang mengandung nilai sejarah. Ya, sejak 4 Desember 2012, noken Papua ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Cultural Heritage oleh UNESCO.

Penetapan ini dilakukan di Paris, Prancis. Mengutip Kemdikbud, Hari Noken Sedunia diperingati setelah penetapan oleh UNESCO.

Penetapan noken sebagai warisan dunia tak lepas dari perjuangan Titus Chris Pekey, Ketua Lembaga Ekologi Papua. Kala itu, dirinya berupaya menominasikan Noken sebagai warisan budaya Papua ke UNESCO.

Pada 4 Desember 2012, Titus Chris Pekey pun mendampingi Prof. Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2011-2014), selama berada di Paris.

Pengajuan noken sebagai warisan budaya diterima dengan baik oleh UNESCO. Noken pun menyusul Wayang, Keris, Batik, Angklung dan Tari Saman sebagai warisan budaya tak benda yang ditetapkan UNESCO.

Noken Papua merupakan tas rajut multifungsi yang berasal dari Papua, Indonesia. Tas tradisional ini hanya boleh dibuat oleh wanita asli Papua.

Bahan yang digunakan juga tak bisa sembarangan. Bahan dasar noken terdiri serat kulit kayu, daun, batang anggrek, dan pewarna alami dari tumbuhan.

Meskipun sederhana, Noken Papua mengandung nilai dan filosofi yang unik. Benda tradisional ini menjadi simbol kehidupan, perdamaian dan kesuburan untuk masyarakat Papua. Selain itu, noken juga menyimpan nilai berbagi, demokrasi, dan kebenaran.

Di samping itu, Noken juga menjadi simbol kedewasaan wanita di Tanah Papua. Tingkat kedewasaan wanita di Papua diukur dari kemahirannya dalam membuat noken. Wanita yang belum mahir membuatnya akan dipandang tidak dewasa dan belum layak menikah.

Biasanya, noken digunakan untuk membawa barang kebutuhan sehari-hari. Misalnya, barang belanjaan, hasil panen, barang pribadi, kebutuhan sekolah, dan kayu bakar. Selain itu, noken juga kerap digunakan untuk menggendong bayi.

Tak seperti tas biasa, cara pemakaian noken justru terbilang unik. Para wanita biasanya menggantungkan noken di dahi atau kepala dan mengalungkan tas ke arah belakang punggung. Sementara itu, para pria menggantungkan noken di leher.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Jelang HUT OPM Polri Lakukan Patroli Skala Besar di Maybrat

Manokwari. Dansat Brimob Polda Papua Papua Barat, Kombes pol. Semmy Ronny Thabaa., dalam keterangannya kepada wartawan mengungkapkan, satuan gabungan melakukan operasi berskala...

Polri Pastikan Keamanan Terjaga Saat HUT OPM 1 Desember

Jakarta. Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkait dengan adanya kegiatan peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM),...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Pesan Tokoh Agama Papua

Jayapura – Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2022, Tokoh Agama Papua Bapak Pdt. M.P.A Mauri, S.Th, mengajak seluruh Masyarakat Papua...

SATGAS NEMANGKAWI DAN POLRES YAHUKIMO RINGKUS DEMIUS MAGAYANG PENTOLAN KKB YAHUKIMO

Jayapura – Pada hari Sabtu tanggal 27 November 2021 Pukul 10.40 Wit, bertempat diseputaran PT Indopapua Jalan Gunung Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo,...

Recent Comments