Senin 4 Maret, 2024
Beranda Hukum&Kriminal Soal Pemerintah Sementara Papua Barat, TPNPB-OPM TOLAK Benny Wenda

Soal Pemerintah Sementara Papua Barat, TPNPB-OPM TOLAK Benny Wenda

suaranewspapua.com. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyampaikan mosi tidak percaya kepada Benny Wenda, Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP).

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambon mengatakan mosi tidak percaya ini imbas dari deklarasi Kemerdekaan Papua Barat sekaligus pernyataan Benny Wenda sebagai presiden sementara Papua Barat.

OPM menganggap klaim kemerdekaan yang digaungkan Benny justru bisa merusak persatuan rakyat Papua yang tengah berjuang secara langsung.

Sebby bahkan menuding Benny tengah bekerja untuk kepentingan kapitalis asing Uni Eropa, Amerika dan Australia. Hal ini, menurutnya, bertentangan dengan prinsip-prinsip revolusi bangsa Papua.

“Mulai hari Rabu tanggal 2 Desember 2020, kami dari Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM mengumumkan mosi tidak percaya kepada Benny Wenda,” kata Sebby dalam keterangan tertulis, Rabu (2/12).

Sebby mengatakan pihaknya menolak klaim kemerdekaan Benny lantaran sama sekali tidak memberi keuntungan bagi rakyat Papua yang menginginkan kemerdekaan penuh dari penjajahan.

Sebby tak segan menyebut klaim Benny itu sebagai bentuk kegagalan pejuang kemerdekaan Papua yang kini menetap di Inggris itu.

Apalagi deklarasi pemerintahan Benny itu tak secara langsung dilakukan di tanah Papua, namun di luar negara. Sebby menganggap hal itu tidak mempunyai legitimasi mayoritas warga Papua.

Selain itu, Sebby menyebut Benny tak bisa menjadi presiden lantaran status kewarganegaraannya saat ini.

“Benny Wenda adalah warga negara Inggris dan menurut hukum international bahwa warga negara asing tidak bisa menjadi Presiden Republik Papua Barat,” kata dia.

Saat ini, kata Sebby, TPNPB-OPM tak mau berkompromi dengan Benny atas deklarasi tersebut.

“Menurut hukum international Benny Wenda telah deklarasikan dan mengumumkan negara dan klaimnya di negara asing yaitu di negara kerajaan Inggris itu sangat tidak benar dan tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Chief of the Mee Tribe, Central Papua Urges to Maintain Community Security and Security Ahead of Recapitulation of 2024 Election Results

Nabire- The Chief of the Mee Tribe, Melkias Keiya, emphasized the importance of maintaining security, order and a peaceful situation in the...

Kepala Suku Mee, Papua Tengah Imbau Jaga Kamtibmas Jelang Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024

Nabire- Kepala Suku Mee, Melkias Keiya, menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan situasi damai di wilayah adat Mepago, khususnya menjelang dan saat...

LO Papua Regional Police, Central Papua Province, Urges Puncak Jaya Students to Participate in the Success of the 2024 Election Plenary

Jayapura- Police Commissioner Supriyagung, S.I.K., M.H, who is the LO (Liaison Officer) of the Papua Police, Central Papua Province, visited the Puncak...

LO Polda Papua Provinsi Papua Tengah, Imbau Mahasiswa Puncak Jaya Turut Serta Sukseskan Pleno Pemilu 2024

Jayapura- Kombes Pol Supriyagung, S.I.K.,M.H, yang merupakan LO (Liaison Officer) Polda Papua Provinsi Papua Tengah, melakukan kunjungan ke Asrama Mahasiswa Puncak Jaya...

Recent Comments