Minggu 17 Januari, 2021
Beranda Keamanan dan Ketertiban Soal Deklarasi Dari ULMWP, Masyarakat Papua Tak Terlalu Gubris

Soal Deklarasi Dari ULMWP, Masyarakat Papua Tak Terlalu Gubris

suaranewspapua.com. ULWMP atau United Liberation Movement for West Papua pimpinan Benny Wenda mengumumkan pemerintahan pembentukan sementara Papua Barat secara sepihak. Kondisi Papua saat ini masih kondusif tidak ada masalah apa pun.

“Papua aman kondusif tidak ada masalah apa-apa,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal ketika dihubungi, Rabu (2/12/2020).

Kamal mengatakan pernyataan yang diumumkan Benny Wenda tidak berpengaruh bagi warga di Papua. “Nggak ada pengaruh oleh warga Papua di Papua,” ujarnya.

Pengumuman soal Papua Barat ini disampaikan Benny Wenda di akun Twitternya, Selasa (1/12). Benny Wenda memanfaatkan momen 1 Desember yang diklaim Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai hari kemerdekaan Papua Barat.

“Today, we announce the formation of our Provisional Government of #WestPapua. From today, December 1, 2020, we begin implementing our own constitution and reclaiming our sovereign land,” tulis Benny Wenda seperti dilihat Rabu (2/12).

UMLWP mendeklarasikan pemerintahan sementara Papua Barat, namun tidak ada kejelasan terkait tempat dan waktu deklarasi ini.

Pengumuman itu mendapat kritik dari Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto

Guru besar hukum internasional dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana, memberikan tanggapan tentang kebiasaan kelompok pro-separatis Papua yang selalu memanfaatkan momen tertentu untuk kepentingannya dan kali ini memanfaatkan momen 1 Desember. Pernyataan Hikmahanto ini juga dimuat dalam keterangan pers yang disampaikan oleh TNI.

Terkait deklarasi pemerintahan sementara Papua Barat, Hikmahanto menjelaskan bahwa di dalam hukum internasional, deklarasi ini tidak ada dasarnya. Dan karenanya, kata dia, tidak diakui oleh negara lain.

Ketika ditanya tentang negara-negara pasifik yang selama ini menunjukkan dukungannya, guru besar dari Universitas Indonesia ini menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat menjadi tolok ukur karena akan mengganggu hubungan antarnegara.

“Kalaulah ada yang mengakui maka negara-negara yang mengakui ada negara pasifik yang secara tradisional mendukung Papua Merdeka. Negara-negara ini tidak bisa menjadi dasar bagi pengakuan pemerintahan sementara yang dibentuk,” kata Hikmahanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

OPM Akan Ditetapkan Pemerintah Sebagai Organisasi Teroris

Suaranewspapua.com - Pemerintah diminta menetapkan Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) sebagai organisasi teroris . Pasalnya, karena tindakannya OPM selama ini juga...

Pendeta Lipiyus Biniluk Dukung Komjen Listyo Sebagai Kapolri

Suaranewspapua.com - Pendeta Lipius Biniluk, yang merupakan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, mendukung penunjukan calon tunggal Kapolri, Komjen Pol....

Penyampaian Aspirasi dari masyarakat 5 Distrik wilayah Puncak Jaya

Suaranewspapua.com - Bertempat di mako Polres Puncak Jaya, disampaikan aspirasi oleh 5 kepala Distrik dannpara kepala kampung dan masyarakat Puncak Jaya. Kegiatan...

Jalinan Kerukunan Binmas Noken dengan Warga Kabupaten Puncak Jaya

Suaranewspapua.com - Di hari Jumat 15 Januari 2021, petugas Binmas Noken berkunjung ke salah satu runah warga binaan Binmas Noken. Binaan dalam...

Recent Comments