Sabtu 27 November, 2021
Beranda kesehatan Kisah Dokter Mega, Buka Resto Demi Wujudkan Faskes Gratis Bagi Warga Papua

Kisah Dokter Mega, Buka Resto Demi Wujudkan Faskes Gratis Bagi Warga Papua

Menjadi dokter adalah cita-cita dr. Mega Selvia, M.H.,Med. sejak kecil. Ingin memberikan pelayanan gratis bagi warga kurang mampu mendorong Mega merengkuh cita-citanya. Kini dia membuka restoran di Surabaya demi bisa mewujudkan fasilitas kesehatan (faskes) gratis bagi warga pedalaman di Papua.

“Di Papua fasilitas pelayanan kesehatan agak susah ya. Apalagi yang di pedalaman. Itu kenapa sejak kecil saya ingin jadi dokter supaya dapat mengobati mereka yang kurang mampu, terutama warga pedalaman Papua,” tukas Mega kepada Basra, Sabtu (24/10).Menjadi dokter yang tak menarik bayaran memang menjadi mimpi Mega sejak kecil.

Namun seiring berjalannya waktu, tumbuh pula dalam pemikirannya bagaimana dia akan menopang hidupnya jika tak ada pemasukan dari profesi yang dijalaninya?Hingga saat menginjak bangku SMA, Mega terus gamang.

Dia pun memutuskan berkonsultasi dengan sang guru, untuk mengambil keputusan selepas dari bangku SMA.”Galau juga ya, di satu sisi keinginan menjadi dokter untuk masyarakat tidak mampu sangat kuat, tapi di sisi lain saya mikir juga nanti biaya hidup bagaimana? Akhirnya guru saya kasih pendapat untuk saya juga mengembangkan hobi agar nantinya dapat pemasukan gitu,” ungkap perempuan kelahiran Jayapura 27 tahun silam.

Jadilah selepas SMA Mega menempuh pendidikan kedokteran namun juga mengasah kemampuan memasak yang menjadi hobinya. Hasilnya, kini dua profesi digenggam Mega, sebagai dokter umum sekaligus chef.Selepas menuntaskan pendidikan kedokteran, Mega lantas bergabung dengan komunitas dokter yang mendedikasikan diri dalam berbagai kegiatan sosial di sejumlah daerah di Tanah Air. Ini demi mewujudkan mimpinya memberikan pengobatan secara cuma-cuma kepada warga kurang mampu.

Di sisi lain, Mega juga mulai merintis usaha kuliner di Kota Surabaya, sebuah kota yang telah ditinggalinya sejak 9 tahun terakhir. Namun badai COVID-19 yang menghantam Indonesia sejak Maret 2020 nyaris mengandaskan impian Mega. Kegiatan pengobatan gratis yang sudah dijalaninya harus terhenti karena tak adanya ijin dari pemerintah mengingat diterapkannya physical distancing. Pun demikian halnya dengan rencana membuka restoran di Kota Pahlawan harus terhenti.

“Untuk buka resto saya sudah pada tahap rekrutmen karyawan, tempat juga sudah ada. Tapi karena COVID-19 nggak bisa langsung buka restonya, apalagi kan ada PSBB juga. Saya bingung gimana gaji karyawan yang sudah terlanjur direkrut nantinya kalau resto tidak buka,” kisahnya lagi.Di tengah kebingungannya, Mega sempat ingin mengadu kepada orang tuanya, namun urung dilakukan.

Mega tak tega jika harus menambah beban finansial bagi orang tuanya. Pasrah dengan terus merapal doa agar dapat jalan keluar, hanya ini yang bisa dilakukan Mega. “Puji Tuhan, ada teman yang nawari untuk jualan alat-alat kesehatan. Saya tidak mikir dua kali, langsung saya terima tawaran itu. Setidaknya saya bisa kasih gaji karyawan sampai resto bisa dibuka,” tukas Mega sumringah.

Melihat kasus COVID-19 di Surabaya yang mulai melandai, Mega lantas membuka resto yang menjadi impiannya. Hiyakhe Bistro, sebuah restoran bernuansa Papua di kawasan Surabaya Timur, didirikan Mega pada Agustus 2020.Segala menu yang disajikan restoran tersebut merupakan hasil kreasi Mega sendiri. Restoran tersebut merupakan wujud kecintaan Mega akan tanah kelahirannya.

Dengan resto ini pula Mega ingin mewujudkan mimpinya untuk membangun sebuah faskes yang akan memberikan pengobatan secara cuma-cuma kepada masyarakat pedalaman Papua.”Saya ingin bangun klinik yang bisa kasih pengobatan gratis kepada masyarakat pedalaman Papua. Kasihan mereka, akses untuk mendapatkan pengobatan sangat sulit. Puji Tuhan, sampai dengan hari ini resto saya selalu ramai, semoga bisa segera bisa dibangun kliniknya,” harapnya seraya mengakhiri perbincangan dengan Basra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Binmas Noken Tolikara Melaksanakan  Pemolisian Masyarakat melalui program KOTEKA

Papua- Pada Kamis, tanggal 24  November 2021 Satgas Binmas Noken Wilayah Tolikara yang diawaki oleh Iptu widada, Brigadir Petrus Hamokwarong, Briptu Yordan...

Ini dia 5 Point Pernyataan Sikap Dari Tokoh Adat Papua Menjelang 1 Desember

Jayapura, Menjelang tanggal 1 Desember 2021 yang diklaim oleh kelompok ataupun simpatisan Papua Merdeka sebagai hari kemerdekaan Papua barat tampaknya tahun ini...

Pemuda Saireri : Menjelang 1 Desember Papua Harus Tetap Menjadi Tanah Damai

Jayapura, 1 Desember setiap tahunnya yang diklaim sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat, selalu menempatkan Papua pada situasi keamanan tertentu di beberapa wilayah...

Herman Yoku : HUT Papua Barat, 1 Desember dan Bintang Kejora Adalah Sebuah Kekeliruan Sejarah dan Pembodohan

Jayapura, Menjelang 1 Desember setiap tahunya yang diklaim sebagai HUT Papua Barat atau hari kemerdekaan bangsa Papua, para aktivis dan simpatisan Papua...

Recent Comments