Sabtu 2 Maret, 2024
Beranda Hukum&Kriminal TGPF Sudah Periksa 42 Saksi Penembakan Pendeta di Intan Jaya Papua

TGPF Sudah Periksa 42 Saksi Penembakan Pendeta di Intan Jaya Papua

suaranewspapua.com. Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Benny J Mamoto mengatakan, sudah 40 orang saksi yang dimintai keterangan.

“Setelah kami tim semua berkumpul dan masing-masing melaporkan, tentang siapa saja yang diwawancara sudah ada 42 saksi, ditambah dari Pak Sugeng, yang perorangan 2,” kata dia dalam konferensi pers secara virtual, pada Sabtu (17/10)

Dari jumlah tersebut, mereka yang dimintai keterangan atau diperiksa yakni seperti orang-orang yang telah menolong para korban.

“(40 saksi) Itu terdiri dari istri korban, keluarga, orang-orang yang di Hitadipa yang menolong dan membawa korban sampai pemakaman, itu semua sudah kami periksa,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memintai keterangan dan memeriksa dari pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebanyak 11 orang.

“Anggota TNI sendiri ada lebih 16 yang kami periksa, wawancara. Kemudian kami di Sugapa perlu bertemu dengan penyidik, Dirkrimum dan juga beberapa saksi yang ada di Hitadipa, tapi saat itu dia tinggal di Sugapa,” ujarnya.

Menurutnya, dari jumlah saksi yang diperiksa tersebut sudah dirasa maksimal untuk menuntaskan rentetan kasus penembakan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah tersebut.

“Jadi kalau dari sisi jumlah dengan waktu yang singkat, dengan itu kami merasa sudah maksimal. Informasi signifikan nanti Pak Menko yang sampaikan,” tutupnya.

Sebelumnya, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) berada di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Tim terus menggali berbagai informasi terkait rentetan kasus penembakan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah tersebut.

Tim mengaku telah menemui dan mewawancarai sebanyak 25 saksi. Harapannya dapat memperkaya informasi yang dibutuhkan.

“Target kami semua dapat. Ada satu saksi yang sempat terkendala tidak bisa datang ke Sugapa, tapi kami bisa mengatasinya melalui komunikasi telepon karena sifatnya hanya sebatas konfirmasi,” kata Ketua TGPF Kasus Intan Jaya, Benny J Mamoto, di Timika. Demikian dikutip dari Antara, Senin (12/10).

Saksi lainnya yang berada di Distrik Hitadipa juga tidak bisa hadir secara langsung untuk bertemu TGPF di Sugapa pada Minggu (11/10). Sebab saat bersamaan sedang terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata.

Keterangan dari saksi yang bersangkutan akan dikonfirmasi langsung dari Jakarta melalui sambungan telepon.

“Tapi saksi-saksi utama semuanya sudah kami dapatkan. Total semuanya ada 25 orang,” kata Benny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Srikandi Polri Enter Seram Region Sprinkle Smiles

Jayapura- Seram region is one of the areas of the Pegunungan Bintang Regency, Papua Mountain Province which is located not far from...

Srikandi Polri Masuk Wilayah Seram Taburkan Senyuman

Jayapura- Wilayah seram merupakan salah satu wilayah dari Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan yang letaknya tidak jauh dari ibu kota Kabupaten...

Members of the NTT Police Mobile Brigade, Victims of the KKB Shooting in Papua, Again Awarded Promotions

Jayapura- The National Police again awarded Bharaka Rani Yohanes Seran a promotion. He previously suffered a gunshot wound to...

Anggota Brimob Polda NTT Korban Penembakan KKB di Papua Kembali Dianugerahi Kenaikan Pangkat

Jayapura- Polri kembali menganugerahkan kenaikan pangkat bagi Bharaka Rani Yohanes Seran setingkat lebih tinggi. Ia sebelumnya mengalami luka tembak...

Recent Comments