Selasa 7 Desember, 2021
Beranda Keamanan dan Ketertiban Deklarasi Damai Menolak Anarkisme di Papua Barat

Deklarasi Damai Menolak Anarkisme di Papua Barat

suaranewspapua.com. MANOKWARI- Deklarasi Damai dari Tokoh Adat, Tokoh Agama, LSM dan Ormas serta Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Forkopimda menggelar Deklarasi Cinta Damai, menolal anarkis di Papua Barat.

Deklarasi digelar pada, Sabtu 17 Oktober 2020 di Gedung Arfak Convention Hall Markas Polda Papua Barat.

Deklarasi yang sama juga di ikuti oleh para Kapolres, Dandim, Forkopimpda Kabupaten  dan kota se Papua Barat yang dilakukan secara virtual di masing-masing Daerah.

Deklarasi bersama cinta damai dibacakan Napoleon Fakdawer dan diikuti semua peserta:

‘Kami Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pimpinan Ormas, LSM dan seluruh stakeholder di Provinsi Papua Barat dengan ini menyatakan sikap:

  1. Selalu cinta damai terhadap sesama warga, suku serta agama apapun di wilayah NKRI dan saling amenghargai serta menghormati kepada siapa saja yang berada di provinsi Papua Barat.
  2. Menolak adanya pergerakan massa atau unjuk rasa yang berujung pada perpecahan, pengrusakan, penjarahan, kekerasan dan juga aksi anarkis.
  3. Siap menjaga persatuan, kerukunan dan mempererat tali persaudaraan sesame anak bangsa.
  4. Kami siap menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Provinsi Papua Barat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol DR Tornagogo Sihombing dalam arahnya menyampaikan bahwa membangun itu susah sedangkan menghancurkannya itu sekejap bisa terjadi.

‘’Kita sepakat, bahwa jika ada aspirasi yang ingin dipenuhi oleh pemerintah tidak mesti harus membakar, tidak mesti harus merusak, budaya seperti itu adalah budaya yang tidak baik bagi kita. Yakin kalau kita sudah membakar satu aset kita akan jadi manusia yang tidak terpakai, di Papua Barat ini masih perlu membangun, tidak sinkron jika mau membangun terus kita membakar,’’ ujar Kapolda.

Dengan adanya deklarasi ini kata Kapolda semua pihak dengan hati tulus jika ada aspirasi yang mau disampaikan sampaikanlah pada pemerintah seperti kepada Kapolda, Pangdam, Gubernur, Kabinda, Kajati, jika ada masalah diselesaikan dengan secara baik.

Sebelum penandatangan deklarasi Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan dalam arahannya mengingatkan semua pihak,  bahwa yang berada di tanah Papua, tanah yang telah diberkati Tuhan ketika dua penginjil Otoow dan Gleiser tiba di di pulau Mansinam pada 5 Februari 1855 dengan doa sulungnya untuk semeua di tanah ini.

‘’Kepada kita yang ada di tanah Papua ini dengan nama Tuhan kami menginjak Tanah ini karena ini sudah diberkati umat yang di atas tanahnya sudah diberkati,’’ kutip Gubernur Papua sambil menyebut termasuk yang bicara juga sudah diberkati,  kita semua sudah diberkati sekarang kita sudah menjadi berkat.

Lanjut guebrnur,  bahwa dengan demikian sebagai orang-orang Papua yang ada di Tanah ini kita juga ingin maju dengan kita menerima Injil,  dari Mansinam memulai peradaban baru bagi orang asli Papua.

‘’Dan semua orang yang tinggal di tanah ini saya ajak kita semua, sudah dengan keterbukaan dan juga ingin maju menerima semua orang di atas tanah ini kita menerima semua orang,’’ pesan Dominggus Mandacan.

Kata Dominggus Mandacan, bahwa jika direnungkan doa sulung dengan baik,  tidak ada yang mau berbuat jahat atau melakukan anarkis justru kota ini, Manokwari menjadi contoh teladan kota-kota yang ada di atas tanah Papua.

’Manokwari yang biasa ada ribut ada anarkis di Manokwari ini kantor DPR dua sudah terbakar,  DPR kabupaten terbakar,  kantor DPR provinsi terbakar,  kantor MRP Papua Barat juga terbakar itu coba kita renungkan. Kita yang di sini harus menjadi contoh bagi kabupaten kota yang ada di tanah Papua,’’ ujarnya prihatin.

‘’Justru kita ada dimana injil ini,  kita yang hancur, kita yang rebut,  kita yang anarkis kalau ada ketidakpuasan dari masyarakat terhadap pemerintah pembangunan yang tidak tepat sasaran, baik-baik sampaikan, demo damai itu kan dijamin dalam undang-undang sepanjang pihak keamanan kepolisian ijinkan silakan sampaikan dalam koridor dengan damai, tetapi bukan dengan anarkis,’’ tegas orang nomor satu di Provinsi Papua Barat.

‘’Kita ini punya adat dan budaya kita saling menghargai kita saling menghormati jadi kita ada di satu kota di satu tempat dimana bumi dipijak disitu langit kita junjung jadi kita ada di satu wilayah budaya adat. Mari kita saling menghargai menghormati mendukung dan juga memberikan kesempatan untuk membantu pemerintah baik dalam masalah keamanan kesejahteraan,’’ pesan mendalamnya.

‘’Kita cinta damai, kita menolakan anarkis, mari kita renungkan,  kita sebagai tokoh adat mari kita jaga di wilayah kita masing-masing,’’ tambah gubernur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Satgas Nemangkawi Bersama Polres Pegunungan Bintang Cek TKP Kebakaran di SMA N 1 Oksibil

Papua- Satgas Nemangkawi bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Pamrahwan menanggapi laporan adanya kebakaran di SMAN 1 Oksibil Jl. Yapimakot Kampung Esipding...

SATGAS NEMANGKAWI DAN POLRES NABIRE RINGKUS DPO PENJUAL AMUNISI DI KABUPATEN NABIRE

Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021 pukul 17.33 WIT bertempat di Jalan Poros Wadio-Wanggar Kabupaten Nabire, personil gabungan Satgas...

Kegiatan SI IPAR dari binmas Noken Dekatkan Polisi dengan Anak PAUD Koya Timur

Papua- Sektor pemolisian masyarakat seringkali menjadi hal yang luput dari lensa media. Di wilayah Papua, community policing atau pemolisian masyarakat merupakan program...

KETUA API PROVINSI PAPUA AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS JELANG PERAYAAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022

Jayapura - Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua pendeta Jimmy Koirewoa, S.Th mengajak semua...

Recent Comments