Sabtu 27 November, 2021
Beranda Hukum&Kriminal Diyakinkan TGPF, Keluarga Izinkan Jenazah Pendeta Yeremia Diautopsi

Diyakinkan TGPF, Keluarga Izinkan Jenazah Pendeta Yeremia Diautopsi

suaranewspapua.com. JAKARTA- Tim gabungan pencari fakta (TGPF) terus mengusut kasus penembakan pendeta Yeremia Zanbani di Intan Jaya, Papua. Kini, TGPF berhasil meyakinan keluarga untuk menyetujui autopsi jenazah Pendeta Yeremia.

“Hari ini TGPF berhasil meyakinkan keluarga pendeta Yeremia Zanambani untuk melakukan autopsi dan menandatangani BAP dari pihak kepolisian,” kata Ketua TGPF Benny Mamoto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (11/10/2020).

Benny menuturkan bahwa sebelumnya keluarga menolak adanya autopsi. Setelah mengantongi izin dari keluarga, kepolisian akan segera melakukan pemeriksaan jenazah.

“Sebelumnya pihak keluarga korban tidak mau menandatangani BAP dari pihak kepolisian. Autopsi akan dilakukan pada kesempatan lain,” jelasnya.

Meskipun sempat terjadi insiden penembakan terhadap anggota TGPF, Benny mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak menghalangi target pemeriksaan. Tim gabungan, sebut Benny, terus bekerja menggali keterangan dari berbagai pihak.

“Ini kami lakukan sampai malam, jadi target akan terus kami kejar hingga tercapai,” tegasnya.

Selain itu, TGPF telah melakukan sejumlah upaya investigasi. Diantaranya, mendatangi lokasi TKP penembakan, menyambangi pemakaman dan gereja, bertemu keluarga korban serta meminta keterangan saksi lainnya di lapangan.

Adapun, seluruh keterangan dan fakta di lapangan akan dianalisa dan di olah. Selanjutnya dilaporkan kepada Menko Polhukam Mahfud Md.

“Seluruh informasi yang kami peroleh akan kami analisa, akan kami evaluasi, kemudian akan kami laporkan kepada bapak Menko Polhukam selaku penanggungjawab,” ujarnya.

Benny pun mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kendala selama menjalani investigasi. Untuk itu, ia pun memberikan apresiasi kepada TNI-Polri yang selalu menjaga keamanan dan membantu tim menyelesaikan berbagai permasalahan.

“Memang berat sekali kondisi medan, kemudian keterbatasan transportasi-komunikasi, itu semua jadi kendala,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan Intan Jaya dihadang dan ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Hitadipa, Papua. TGPF memastikan proses investigasi tetap berlanjut.

“Saat ini tim masih berada di Sugapa dan sedang melanjutkan investigasi dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa orang yang kemarin dijadwalkan ulang. Pemeriksaan ini sebagai lanjutan atas wawancara terhadap sejumlah saksi di lokasi penembakan Pendeta Yeremias Zambani di Hitadipa pada Jumat. Sementara itu, tim yang berada di Jayapura hari ini juga melanjutkan tugas dengan bertemu sejumlah pihak, termasuk tokoh gereja,” kata Ketua Investigasi TGPF Intan Jaya Benny Mamoto melalui keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2020).

“Mohon doanya agar rencana-rencana selanjutnya berjalan lancar, hingga kami menyelesaikan tugas ini dengan baik,” lanjutnya.

Benny menuturkan saat ini TGPF memakai pengaman diri dengan rompi antipeluru. Penggunaan helm dan rompi tersebut merupakan bagian dari standard operating procedure (SOP) agar tim dapat terlindung dari serangan.

Untuk diketahui, dua orang anggota TNI, satu warga sipil, dan Pendeta Yeremia Zanambani meninggal dunia setelah ditembak oleh anggota KKSB di Hitadipa, Papua. TNI menyebut tindakan KKSB itu untuk mencari perhatian menjelang sidang utama PBB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Binmas Noken Tolikara Melaksanakan  Pemolisian Masyarakat melalui program KOTEKA

Papua- Pada Kamis, tanggal 24  November 2021 Satgas Binmas Noken Wilayah Tolikara yang diawaki oleh Iptu widada, Brigadir Petrus Hamokwarong, Briptu Yordan...

Ini dia 5 Point Pernyataan Sikap Dari Tokoh Adat Papua Menjelang 1 Desember

Jayapura, Menjelang tanggal 1 Desember 2021 yang diklaim oleh kelompok ataupun simpatisan Papua Merdeka sebagai hari kemerdekaan Papua barat tampaknya tahun ini...

Pemuda Saireri : Menjelang 1 Desember Papua Harus Tetap Menjadi Tanah Damai

Jayapura, 1 Desember setiap tahunnya yang diklaim sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat, selalu menempatkan Papua pada situasi keamanan tertentu di beberapa wilayah...

Herman Yoku : HUT Papua Barat, 1 Desember dan Bintang Kejora Adalah Sebuah Kekeliruan Sejarah dan Pembodohan

Jayapura, Menjelang 1 Desember setiap tahunya yang diklaim sebagai HUT Papua Barat atau hari kemerdekaan bangsa Papua, para aktivis dan simpatisan Papua...

Recent Comments