Selasa 16 April, 2024
Beranda Ekonomi Bisnis Putra Papua Terjun Dalam Proyek Pembangunan Nasional

Putra Papua Terjun Dalam Proyek Pembangunan Nasional

suaranewspapua.com. Di balik proyek besar Mass Rapid Transit (MRT) di Cawang, Jakarta, terdapat sekelumit kisah dari seorang putra Papua. Ia adalah Zakaria Fimbay, salah satu anak muda Papua yang ikut terjun dalam proyek pembangunan nasional itu.

Zakaria adalah pemuda asal Distrik Babo, Teluk Bintuni, Papua Barat. Pulau itu berjarak 4 jam menggunakan kapal mesin dari Teluk Bintuni, Tempat Zakaria menimba ilmu.

Selama 3 bulan lebih Zakaria dilatih menjadi seorang rigger yang terampil oleh Pusat Pelatihan Teknik Industri Migas (P2TIM) Teluk Bintuni.

Ia adalah salah satu orang muda Papua yang lolos menjadi peserta didik angkatan pertama sekolah migas di papua Barat itu.

Zakaria merasa begitu beruntung. Menurutnya, ilmu yang didapatkan dengan gratis itu sangat bermanfaat baginya ke depan. Buktinya, ia ikut andil dalam proyek pembangunan MRT di Jakarta.

“Selama kurang lebih 3 bulan kami di sekolah di P2TIM, ikut kursus, kami rasa bahwa fasilitas untuk pemerintah, Petrotekno itu memberikan ke kita sangat lengkap. Mulai dari makan, mulai dari tempat istirahatnya, alat transportasi dari kediaman kami ke kampus kami, itu semua fasilitas dilengkapi oleh Petrotekno maupun pemerintah daerah yang sudah bekerja sama dengan Petrotekno. Gratis,” jelas pemuda Babo itu.

Setelah pada tahun 2019 lulus, Zakaria langsung direkrut oleh salah satu perusahaan di Jakarta untuk mensukseskan proyek pembangunan MRT.

“Bulan Januari sampai bulan Juni itu saya di Cawang, proyek MRT, kereta bawah tanah. Itu kami bantu setting untuk klien,” tutur Zakaria ketika diwawancarai.

Zakaria lulus dengan sertifikasi rigger level 2 dan mengantongi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Engineering Construction Industry Training Board (ECITB).

“Kami lulusan Petrotekno dari tahun 2019 dari sertifikasi ECITB, BNSP, itu sertifikasi kami. Setelah kami lulus dan kami dapat info dari PT. Superkrane bahwa mereka akan merekrut kami bahwa kami akan dibawa ke Jakarta,” ucap Zakaria.

Hingga tahun 2020, Petrotekno selaku operator P2TIM telah mencetak 500 lebih tenaga kerja bersertifikasi Internasional yang siap pakai. Salah satunya Zakaria.

Zakaria merasa bahwa hingga saat ini banyak anak-anak Papua yang dipandang sebelah mata. Mereka kerap diremehkan atas kemampuan serta kapabilitas mereka dalam sebuah pekerjaan. Namun, Zakaria menampik semua anggapan itu.

“Saya dan teman-teman saya yang ada di Jakarta ini mau saya bilang bahwa kenapa sampai kami dipakai mulai dari LRT, MRT, apa segala macam, kami siap. Kami tidak bekerja sampai fatality atau sampai insiden fatal, kami tidak seperti itu. Dan kami menciptakan pekerjaan yang sesuai klien kami yang meminta kami kerja. Kami menunjukkan sesuai dengan kemampuan kami dan basic yang kami punya,” jelas Zakaria.

Zakaria sebagai angkatan pertama besutan Petrotekno ingin menyampaikan pada publik bahwa ia dan rekannya mampu. Ia telah menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan yang setara dengan tenaga kerja wilayah lain, bahkan lebih baik. Ini ia tunjukkan melalui kinerjanya dalam proyek-proyek yang ia emban.

Zakaria pun turut memberikan semangat kepada adik-adiknya di Papua yang saat ini masih menunggu kesempatan untuk bekerja. Ia bahkan mengatakan bahwa anak-anak Papua bukan sekadar pekerja kasar seperti tukang gali parit, tukang sapu, atau tukang sampah. Ia mengatakan bahwa anak Papua mampu mengisi posisi strategis jika diberikan kesempatan.

“Untuk adik-adik seperjuangan yang saat ini masih menunggu, sampai sekarang belum diberikan kesempatan oleh perusahaan yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni, itu mereka masih menunggu. Saya mau bilang kalau kami diberikan kesempatan itu kami bisa. Kami mampu untuk menunjukkan kepada perusahaan bahwa kami siap untuk bekerja. Bukan hanya untuk tukang sapu, gali parit, atau segala macam,” pungkas pemuda asal Distrik Babo, Teluk Bintuni, Papua Barat itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Strategic Security Carried Out in Tembagapura After the Death of Abu Bakar Kogoya

Mimika- After the killing of Abu Bakar Kogoya who was shot by joint TNI-Polri officers from the Cartenz Peace Operations Task Force...

Pengamanan Strategis Dilakukan di Tembagapura Pasca Tewasnya Abu Bakar Kogoya

Mimika- Pasca tewasnya Abu Bakar Kogoya ditembak aparat gabungan TNI-Polri dari Satgas Operasi Damai Cartenz pada 4 April 2024, aparat gabungan TNI-Polri...

The Acting Governor of Central Papua asks that the Nabire incident not be repeated

Jayapura- The Central Papua Provincial Government (Pemprov) asks that the Nabire incident not be repeated, therefore people who want to express their...

Pj Gubernur Papua Tengah minta insiden Nabire jangan terulang

Jayapura- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meminta insiden Nabire jangan terulang, karena itu masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau demo agar melaksanakan...

Recent Comments