Selasa 7 Desember, 2021
Beranda Hukum&Kriminal Kapolda Papua: Penembak Pendeta Bukan Aparat, Hitadipa Dikuasai 5 KKB

Kapolda Papua: Penembak Pendeta Bukan Aparat, Hitadipa Dikuasai 5 KKB

suaranewspapua.com. JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyatakan pelaku penembakan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani bukanlah aparat keamanan. Dia mengatakan Kampung Hitadipa, Intan Jaya, yang jadi lokasi terbunuhnya Pendeta Yeremias, dikuasai kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Tudingan dari berbagai pihak menyebutkan penembakan itu dari TNI-Polri, padahal di situ tidak ada anggota kita, bahkan wilayah itu basis yang ditempati lima kelompok dari KKB,” ujar Irjen Paulus Waterpauw dalam keterangannya, Selasa (22/9/2020).

Dia meminta masyarakat mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat Polri maupun TNI. Dia juga meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang dilontarkan KKB yang mengatakan Pendeta Yeremias ditembak aparat.

Paulus mengatakan TNI-Polri akan menambah anggota di Kampung Hitadipa. Polda Papua telah berkoordinasi dengan pihak TNI. Penyelidikan atas kematian Pendeta Yeremias pun akan dilakukan.

“Saya akan melakukan pertemuan dengan Pangdam Kodam XVII Cenderawasih guna pembahasan permasalahan tersebut, guna mengambil langkah cepat dalam penanganan terhadap kelompok separatis, di mana kita akan fokus penambahan anggota di sana untuk melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB,” ungkapnya.

Dia mengatakan ada oknum yang mempolitisasi kasus penembakan Pendeta Yeremias. Isu tersebut sengaja diembuskan menjelang Sidang Umum PBB, yang dimulai besok.

“Ini propaganda yang dilakukan mengingat akan digelarnya sidang PBB, dan kita semua paham tentang itu. Jadi ada beberapa pihak yang mencoba mendramatisasi kejadian tersebut,” kata dia.

“Sangat tidak mungkin penembakan tersebut dilakukan oleh aparat TNI-Polri karena kita ketahui bersama bahwa KKB telah menguasai wilayah tersebut. Namun semua kepastian itu akan dilakukan dengan olah TKP dengan mengumpulkan alat dan bukti-bukti,” tambah Paulus.

Dia mengatakan beberapa teror yang dilakukan KKB berimbas pada penerbangan maskapai yang enggan mengangkut aparat keamanan TNI-Polri. Maskapai tidak berani mengangkut aparat karena faktor keselamatan.

Dia menilai salah satu faktor yang membuat maskapai penerbangan enggan mengangkut aparat keamanan ialah terkait beredarnya ancaman dan teror yang dilontarkan oleh juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambon. Dalam video berdurasi 1 menit 20 detik yang viral itu, Sebby menyebutkan prajurit dari TNPN OPM tidak segan-segan menembaki pesawat yang mengangkut aparat keamanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Satgas Nemangkawi Bersama Polres Pegunungan Bintang Cek TKP Kebakaran di SMA N 1 Oksibil

Papua- Satgas Nemangkawi bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Pamrahwan menanggapi laporan adanya kebakaran di SMAN 1 Oksibil Jl. Yapimakot Kampung Esipding...

SATGAS NEMANGKAWI DAN POLRES NABIRE RINGKUS DPO PENJUAL AMUNISI DI KABUPATEN NABIRE

Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021 pukul 17.33 WIT bertempat di Jalan Poros Wadio-Wanggar Kabupaten Nabire, personil gabungan Satgas...

Kegiatan SI IPAR dari binmas Noken Dekatkan Polisi dengan Anak PAUD Koya Timur

Papua- Sektor pemolisian masyarakat seringkali menjadi hal yang luput dari lensa media. Di wilayah Papua, community policing atau pemolisian masyarakat merupakan program...

KETUA API PROVINSI PAPUA AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS JELANG PERAYAAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022

Jayapura - Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua pendeta Jimmy Koirewoa, S.Th mengajak semua...

Recent Comments