Selasa 7 Desember, 2021
Beranda Pembangunan Menristek Berharap Bandara Antariksa di Biak Papua Cepat Jadi

Menristek Berharap Bandara Antariksa di Biak Papua Cepat Jadi

suaranewspapuacom. JAKARTA- Menristek dan Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro berharap Indonesia dapat membangun stasiun peluncuran roket atau bandara Antariksa ke luar angkasa. Dia mengatakan hal itu lebih menguntungkan daripada hanya menciptakan roket.

“Indonesia harus bisa memposisikan diri sebagai tempat peluncuran utama,” ujar Bambang dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan LAPAN, Rabu (16/9).

Indonesia merupakan negara yang paling strategis untuk meluncurkan roket, misalnya membawa satelit ke luar angkasa karena berada di garis khatulistiwa. Sebab, dia berkata roket lebih mudah mencapai ke orbit jika diluncurkan dari garis khatulistiwa.

“Berarti buat pengusaha antariksa manapun ini adalah cost efficiencies,” ujarnya.

Bambang menyebut pulau Biak, Papua adalah salah satu wilayah yang paling potensial untuk dijadikan bandara antariksa. Sebab, Biak sangat dekat dengan garis khatulistiwa, yakni -1.

“Kalau bisa kita jadikan Bandara Antariksa Biak ini sebagai pintu masuk ke dalam bisnis antariksa dunia,” ujar Bambang.

Saat ini, Bembang menuturkan stasiun antariksa hanya dimiliki oleh negara maju, seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis, China, dan India. Namun, dia mengatakan stasiun peluncuran antariksa di negara tersebut jauh dari garis khatulistiwa.

“Kita dalam posisi yang sangat baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Bambang menyampaikan nilai ekonomi antariksa global diproyeksikan akan meningkat menjadi lebih dari US$1 triliun per tahun pada 2040. Sehingga, dia menilai hal itu sangat menguntungkan jika Indonesia bisa berpartisipasi dalam sektor tersebut.

Tak hanya bandara antariksa, Bambang menyampaikan industri roket dan satelit nasional harus terus difokuskan. Namun, dia tidak mengelak penguasaan teknologi roket dan satelit bukan hal yang mudah.

“Kalau buat saya sebagai ekonom juga, saya melihat bandara antariksa dan jasa peluncuran satelit, plus roketnya itu sudah cukup menunjukkan Indonesia punya peran di dalam bisnis antariksa dunia,” ujar Bambang.

Lebih dari itu, Bambang menyampaikan Indonesia tidak boleh lagi menjadi konsumen di sektor ekonomi. Dia berharap Indonesia bisa menjadi produsen di dalam industri antariksa.

“Itu bisa kita buat dengan basis bandara antariksa di Biak karena itu sudah menjadi keunggulan kita. Dilengkapi dengan jasa peluncuran satelit, berarti membutuhkan roket dan satelit,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Satgas Nemangkawi Bersama Polres Pegunungan Bintang Cek TKP Kebakaran di SMA N 1 Oksibil

Papua- Satgas Nemangkawi bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Pamrahwan menanggapi laporan adanya kebakaran di SMAN 1 Oksibil Jl. Yapimakot Kampung Esipding...

SATGAS NEMANGKAWI DAN POLRES NABIRE RINGKUS DPO PENJUAL AMUNISI DI KABUPATEN NABIRE

Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021 pukul 17.33 WIT bertempat di Jalan Poros Wadio-Wanggar Kabupaten Nabire, personil gabungan Satgas...

Kegiatan SI IPAR dari binmas Noken Dekatkan Polisi dengan Anak PAUD Koya Timur

Papua- Sektor pemolisian masyarakat seringkali menjadi hal yang luput dari lensa media. Di wilayah Papua, community policing atau pemolisian masyarakat merupakan program...

KETUA API PROVINSI PAPUA AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS JELANG PERAYAAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022

Jayapura - Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua pendeta Jimmy Koirewoa, S.Th mengajak semua...

Recent Comments