Senin 26 Februari, 2024
Beranda Hukum&Kriminal Polisi Mediasi 2 Kelompok di Wamena Hingga Batal Perang dan Sepakat Berdamai...

Polisi Mediasi 2 Kelompok di Wamena Hingga Batal Perang dan Sepakat Berdamai Secara Adat Jayawijaya

suaranewspapua.com- WAMENA- Dua kelompok yang terlibat perang tradisional di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua yang sebelumnya masih tetap bersiaga di wilayah kekuasaan masing-masing, akhirnya membubarkan diri dan kembali ke rumah adat setelah dilakukan pembayaran denda adat berupa ternak babi.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan pembayararn denda adat antara kedua kelompok itu berlangsung di Mapolres Jayawiaya Senin, (31/8/2020) sore.

“Sebelumya memang pasukan perangnya tetap siaga di markas masing-masing, tetapi dengan berakhirnya denda maka hari ini (Selasa, 1/9), pasukan dari kedua kubu dipulangkan ke honai (rumah adat) masing-masing, kampung masing-masing, jadi sudah tidak ada lagi mobilisasi massa,” katanya seperti dilaporkan Antara.

Dominggus mengatakan sebelumnya rencana saling membayar denda adat dilakukan 7 September, namun lebih cepat dilakukan karena dua pihak sudah menyediakan 65 ternak babi yang hendak dijadikan bahan pembayaran dan kesepakatan berdamai.

“Realisasinya kemarin, berlangsung sesuai rencana kesepakatan, dan kedua pihak telah membawa wam (babi), bayaran adat itu ke kampung masing-masing, tidak ada hambatan apa-apa,” katanya.

Proses pembayaran denda kedua pihak dikawal personel polres, dan saat memasuki Mapolres, seluruh warga diperiksa untuk mencegah adanya penyelundupan senjata tajam yang bisa menyebabkan terjadinya perbuatan melanggar hukum.

“Kedua kelompok ini saat bergerak ke polres, itu dikawal oleh personel. Jadi satu kelompok duluan, kemudian dirazia, pemeriksaan senjata tajam dan sebagainya. Setelah dia tiba di polres, kemudian kita kontak lagi untuk satu kelompok dari Meagama menyusul. Dan semua masuk ke polres tertib, teratur berjalan dengan baik,” katanya.

Saling bayar denda adat ternak babi dilakukan untuk mendamaikan perang tradisional yang melibatkan masyarakat dua kampung berbeda, dan mengakibatkan delapan orang mengalami luka-luka serta sejumlah rumah adat dibakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

The Action and Gakum Task Force Conducts Dialogical Patrols in the Kiwirok District

Oksibil- Kiwirok District 2024 ODC Action and Gakum Task Force carries out joint patrols as an effort to maintain security and order...

Satgas Tindak dan Gakum Laksanakan Patroli Dialogis di Distrik Kiwirok

Oksibil- Satgas Tindak dan Gakum ODC 2024 Distrik Kiwirok melaksanakan patroli gabungan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut, 23...

BKO Sat Brimob Polda Papua Conducts Combat Patrols in Serambakon District

Oksibil- Papua Police Mobile Brigade personnel assigned as BKO (Operational Police Assistance) of the Papua Police Mobile Brigade Unit carry out combat...

BKO Sat Brimob Polda Papua Laksanakan Patroli Tempur Di Distrik Serambakon

Oksibil- Personel Brimob Polda Papua yang ditugaskan sebagai BKO (Bantuan Kepolisian Operasional) Satuan Brimob Polda Papua melaksanakan patroli tempur di Distrik Serambakon,...

Recent Comments