Selasa 20 Oktober, 2020
Beranda Advertorial Kemenparekraf Optimalkan Wisata Birdwatching di Tambrauw Papua

Kemenparekraf Optimalkan Wisata Birdwatching di Tambrauw Papua

Suaranewspapa.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimalkan potensi destinasi wisata birdwatching di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Destinasi ini telah banyak diminati wisatawan selama ini.
 
Tambrauw memang memiliki keunggulan flora dan fauna yang potensial untuk dikembangkan serta diperkenalkan pada publik. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani.
 
“Kita tahu Papua punya keunggulan flora dan fauna, seperti cenderawasih yang bisa ditemui dengan mudah di Tambrauw ini. Dan ini yang menjadi keunggulan dari Papua Barat, khususnya Tambrauw. Yang penting, kita ceritakan apa yang ada di Tambrauw dan sekitarnya. Kita lihat Tambrauw sebagai potensi di Papua Barat, bersama Raja Ampat dan Sorong,” ujar Rizki Handayani. 

Pihaknya pun menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pola Perjalanan Birdwatching di Sorong, Papua Barat, Rabu, 18 Agustus 2020. Rizki kemudian mengimbau agar masyarakat menjaga status Tambrauw sebagai daerah konservasi, yang akan sangat mendukung nilai jual destinasi dalam industri pariwisata. 
 
Selain itu, justru ketika status konservasi hilang dari Tambrauw, maka Tambrauw akan dinilai sama seperti tidak memilik keunikan atau sesuatu yang dapat ditonjolkan. 
 
“Status sebagai daerah konservasi jangan sampai hilang dari Tambrauw, karena inilah yang menjadi keunggulan dan nilai jualnya. Kami akan coba kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk menjaga dan memaksimalkan serta mengembangkan konservasi di Tambrauw,” tuturnya.
 
Sementara itu, Bupati Tambrauw Gabriel Asem, berharap Tambrauw yang dikenal sebagai destinasi pariwisata burung khususnya jenis cendrawasih ini, dapat menjadi pintu masuk untuk pengembangan ikon destinasi wisata alam lainnya. 
 
“Hutan adat bila mempunyai nilai ekonomi tinggi, maka akan membantu masyarakat. Termasuk untuk mendukung kegiatan seperti birdwatching. Kami juga sudah membahas dalam sidang adat. Jadi bila tempat ini dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, tidak akan ada masalah,” papar Gabriel. 
 
Ia juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat agar turut menjaga dan melestarikan lingkungan. Sebab, hal ini merupakan salah satu langkah yang tepat untuk menjaga flora dan fauna yang ada di hutan terjaga dengan baik. 
 
“Dengan kita menjaga lingkungan secara baik otomatis isi dalam hutan itu terjaga dengan baik termasuk fauna dan flora di dalamnya. Pasti terjaga dengan baik,” jelasnya.
 
Kegiatan FGD sendiri dilaksanakan pada 18-21 Agustus 2020, yang diikuti oleh Pemerintah Daerah, pelaku pariwisata, akademisi, komunitas, media, dengan total 100 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Binmas Noken Polri Sambangi Masyarakat Distrik Balingga Sampaikan Pesan Kamtibmas

suaranewspapua.com. TIOM- Di Pasar Kota Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Binmas Noken Polri, Polres Lany Jaya melaksanakan kegiatan sambang Kamtibmas kepada masyarakat Distrik...

Kebutuhan Listrik Masyarakat Wamena Terpenuhi Dengan Penambahan Enam Pembangkit Listrik Baru

suaranewspapua.com. Enam unit mesin pembangkit listrik baru di Wamena, telah didatangkan dari Manokwari Provinsi Papua Barat. Penambahan mesin pembangkit...

Kepala Suku Besar Doreri Ingatkan Masyarakat Tolak Ajakan Naikkan Bendera Bintang Kejora

suaranewspapua.com. MANOKWARI- Kepala Suku Besar Doreri, Gaad Hendrik Rumfabe.SH.MSi, dengan tegas  menyerukan agar komponen masyarakat Manokwari di wilayah Doreri, tidak mudah terprovokasi...

Kebakaran Bekas Kantor Dukcapil Deiyai Papua Diselidiki Polisi

suaranewspapua.com. JAYAPURA- Polisi selidiki kebakaran bekas kantor lama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua. Kebakaran...

Recent Comments