Selasa 16 April, 2024
Beranda Hukum&Kriminal Jangan Ada Penaikan Bendera Selain Merah Putih

Jangan Ada Penaikan Bendera Selain Merah Putih

Suaranewspapua.com- JAYAPURA- Perayaan peringatan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus tinggal menghitung hari.

Sebentar lagi seluruh Rakyat Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75.

Namun serangan Kelompok Kriminal Bersenjata, KKB Papua seakan tak pernah usai.

Oleh karena itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menegaskan bahwa pengamanan saat HUT RI tetap akan ada, hal ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada penaikan bendera lain selain Merah Putih.

“Untuk pengamanan tetap sajalah untuk antisipasi jangan sampai ada penaikan bendera lain selain bendera merah putih,” jelas Kapolda, pada saat di salah satu Hotel di Bilangan Hasanuddin Timika, Rabu (5/8/2020).

Namun, hingga kini Kapolda menjelaskan bahwa pihaknya terus memonitor situasi di seluruh Papua dan relatif aman.

“Masyarakat di kota, di tepi-tepi kota, di kampung-kampung, kita lihat semangatnya sudah mengalir untuk merayakan HUT NKRI,” jelasnya.

Kemudian mengenai kegiatan karena tahun ini dengan adanya pandemi Covid-19, pihaknya mencoba untuk membuat beberapa aktifitas yang ingin mengajak keterlibatan masyarakat tapi tidak seperti sebelum-sebelumnya yang banyak melibatkan masyarakat.

“Mungkin ada beberapa kegiatan yang ada tapi tidak seperti yang dulu misalnya kita sedang bikin lomba mengarang buku cerita dari kampung – kampung,” katanya.

Karena menurutnya di sekolah – sekolah kebanyakan buku cerita rakyat adalah cerita dari daerah lain misalnya di Jawa, tapi untuk lokal Papua sendiri belum ada.

“Saya sudah melaunching di Polda membuat lomba mengarang buku dalam cerita. Nanti itu bisa menjadi pelengkap di perpustakaan sekolah setelah disetujui untuk kita mengangkat potensi daerahnya,” katanya.

Kapolda menambahkan, mungkin di wilayah Timika, Kapolres juga bisa buat begitu di wilayah lainnya, sehingga bisa dibagi per wilayah.

“Di Timika ini cerita apa yang sangat dikenal oleh masyarakat di sini, kemudian mereka buat dalam bentuk cerita bergambar, sehingga anak cucu ke depan paham bawah tokoh-tokoh dari Timika, dan lain sebagainya tentang Timika,” pungkas Jenderal Bintang Dua itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Strategic Security Carried Out in Tembagapura After the Death of Abu Bakar Kogoya

Mimika- After the killing of Abu Bakar Kogoya who was shot by joint TNI-Polri officers from the Cartenz Peace Operations Task Force...

Pengamanan Strategis Dilakukan di Tembagapura Pasca Tewasnya Abu Bakar Kogoya

Mimika- Pasca tewasnya Abu Bakar Kogoya ditembak aparat gabungan TNI-Polri dari Satgas Operasi Damai Cartenz pada 4 April 2024, aparat gabungan TNI-Polri...

The Acting Governor of Central Papua asks that the Nabire incident not be repeated

Jayapura- The Central Papua Provincial Government (Pemprov) asks that the Nabire incident not be repeated, therefore people who want to express their...

Pj Gubernur Papua Tengah minta insiden Nabire jangan terulang

Jayapura- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meminta insiden Nabire jangan terulang, karena itu masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau demo agar melaksanakan...

Recent Comments