Jumat 3 Desember, 2021
Beranda kesehatan Tokoh Adat dan Agama Bantu Edukasi Covid-19 di Pelosok Papua

Tokoh Adat dan Agama Bantu Edukasi Covid-19 di Pelosok Papua

Suaranewspapua.com- SORONG- Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengedukasi tentang covid-19 di Papua. Salah satunya dengan meminta bantuan tokoh adat dan agama untuk memberikan edukasi tentang covid-19 kepada masyarakat yang tinggal di pedalaman Papua dan Papua Barat.

“Salah satu strategi dan inovasi yang kita lakukan, kami merangkul tokoh agama dan tokoh adat yang tergabung dalam FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama),” kata Chief Field Office UNICEF Indonesia Try Laksono Harysantoso di Papua saat berdialog dengan GTPPC-19 melalui ruang digital, Rabu (8/7).

Sosok tokoh adat atau keagamaan memang dapat berfungsi sebagai aktor sosial yang bisa mempengaruhi masyarakat. Hal inilah yang berusaha dimanfaatkan Try untuk memastikan informasi terkait pencegahan covid-19 dapat dipahami dan diaplikasikan dengan baik oleh masyarakat di pedalaman Papua dan Papua Barat.

“Seperti teman-teman ketahui, Indonesia sebagai masyarakat yang relijius, tokoh agama dan tokoh adat ini menjadi panutan yang pesan-pesannya atau petuah-petuahnya sangat didengarkan dan diikuti  masyarakat di Papua dan Papua Barat,” sebutnya.

Selain itu, Try juga menginformasikan bahwa sebelum melakukan edukasi kepada masyarakat, para tokoh adat dan tokoh agama yang diberi pelatihan terlebih dahulu.

“Untuk peserta yang berada di Jayapura, sebisa mungkin kita berikan melalui pertemuan face to face. Namun, pertemuan face to face ini tetap harus memenuhi protokol covid-19,” terannya.

“Nah, mereka kita hubungkan dengan zoom kepada FKUB yang ada di kabupaten-kabupaten. Mereka tidak bisa hadir di pertemuan, tapi tetap kita latih untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan covid-19,” lanjutnya

Try mengungkapkan bahwa sosialisasi pencegahan covid-19 oleh para tokoh ini akan disampaikan dalam kegiatan keagamaan yang rutin dijalankan oleh masyarakat. Meskipun sebagian besar tempat ibadah di Papua masih ditutup, sosialisasi tetap berjalan dengan penerapan yang berbeda-beda.

“Jadi ada ibadah melalui daring, lalu para tokoh agama ini katakanlah di awal sebelum ibadah dimulai, atau ada juga yang di akhir ibadah minggu, itu pendeta menyampaikan pesan pencegahan covid-19 dari telepon seluler, gitu ya,” terangnya.

Sementara itu, Try menyampaikan, untuk masyarakat di pedalaman, ibadah dilakukan di luar gedung keagamaan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada.

“Namun, untuk yang di kampung-kampung, ada yang ibadahnya itu dilakukan di luar gedung gereja misalnya. Kemudian duduknya juga diatur sedemikian rupa, mereka posisi duduknya berjauhan dan tetap bisa memenuhi protokol covid-19 dan disitulah kita menggunakan poster-poster, untuk kemudian dijelaskan kepada umat yang hadir dalam ibadah tersebut,” tegasnya.

Selain melalui upaya-upaya tersebut, informasi terkait covid-19 juga disebarkan melalui radio jangkauan RRI di Papua yang dapat didengarkan sampai ke tingkat kampung.

“Lalu kita juga menggunakan radio jangkauan RRI di Papua, itu sampai ke tingkat-tingkat kampung. Jadi, ini menjadi salah satu cara untuk kita menyebarluaskan informasi terkait pencegahan covid-19 kepada seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pinggiran, pedalaman, dan pegunungan di Papua,” jelas Try.

Dia menjelaskan langkah lain digunakan untuk menyebarluaskan informasi terkait pencegahan covid-19 bekerja sama dengan influencer anak-anak muda yang berasal dari Papua untuk membuat video, lagu, dan tarian karena masyarakat Papua sangat menyukai hal terebut dan diharapkan sosialisasi menjadi lebih mudah untuk dipahami masyarakat

“Mengajak influencer anak muda Papua, mereka menyebarkan informasi tersebut melalui jaringan Instagram, Facebook, dan juga podcast mereka terkait pentingnya menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak itu dengan lagu-lagu dan juga tarian. Masyarakat Papua senang sekali bernyanyi, kemudian mereka senang sekali menari lalu senang juga berolahraga, jadi dalam situasi pandemi covid-19 ini pesan pesan informasi itu akan lebih mudah untuk diterima di masyarakat luas,” paparnya.

Try menutup dialog dengan berpesan kepada masyarakat Papua dan Papua Barat untuk menghadapi pandemi Covid-19 secara kolektif. “Kita mengalami pandemi ini bersama-sama dan kita harus bersama-sama juga untuk mengakhiri pandemi ini. Caranya adalah ko jaga sa, sa jaga ko, dan kitorang semua selamat. Saya jaga kamu, kamu juga harus jaga saya sehingga kita semua akan selamat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

KETUA API PROVINSI PAPUA AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS JELANG PERAYAAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022

Jayapura - Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua pendeta Jimmy Koirewoa, S.Th mengajak semua...

Jelang HUT OPM Polri Lakukan Patroli Skala Besar di Maybrat

Manokwari. Dansat Brimob Polda Papua Papua Barat, Kombes pol. Semmy Ronny Thabaa., dalam keterangannya kepada wartawan mengungkapkan, satuan gabungan melakukan operasi berskala...

Polri Pastikan Keamanan Terjaga Saat HUT OPM 1 Desember

Jakarta. Kepolisian Negara Republik Indonesia memastikan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkait dengan adanya kegiatan peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM),...

Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Pesan Tokoh Agama Papua

Jayapura – Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2022, Tokoh Agama Papua Bapak Pdt. M.P.A Mauri, S.Th, mengajak seluruh Masyarakat Papua...

Recent Comments