Senin 6 Desember, 2021
Beranda Hukum&Kriminal Tidak Ada Tempat Untuk Rasisme di Mana Pun, Termasuk Papua

Tidak Ada Tempat Untuk Rasisme di Mana Pun, Termasuk Papua

Suaranewspapua.com- JAKARTA- Aktivitas Papua belakangan ini, semakin gencar menyuarakan gerakan antirasisme sebagai bentuk perjuangan mendapat keadilan dan kesetaraan. Aktivitas muda yang dikenal juga sebagai komika asal Papua, Mamat Alkatiri menegaskan, masalah rasisme harus diperangi dan dijadikan sebagai musuh bersama.

“Tak ada tempat untuk rasisme di mana pun. Bukan hanya bagi Papua, tapi bagi seluruh umat manusia,” kata Mamat dalam webinar bertajuk ‘Menguak Akar Konflik Berkepanjangan di Papua’ yang diselenggarakan Human Studies Institue di Jakarta pada Kamis (2/7).

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cahyo Pamungkas, mengatakan, semua pihak mesti sepakat dulu apa saja sebenarnya indikator tindakan atau perlakuan rasisme itu. Menurut dia, tindakan rasisme itu biasanya menganggap rasnya lebih tinggi daripada yang lain. Dengan mendefinisikan secara jelas, maka setiap tindakan rasisme bisa dilawan.

“Jangan sampai bias dengan ujaran kebencian, indikator rasisme kan jelas, tidak semua yang mengarah kepada makian, ejekan, atau hinaan itu adalah tindakan rasis,” kata Cahyo.

Pakar hukum Universitas Al Azhar Jakarta, Suparji Ahmad menyatakan, rasisme adalah ancaman nyata bagi keutuhan bangsa. Untuk itu, sambung dia, selama yang dilakukan  seseorang menggunakan cara yang benar dalam menyampaikan aspirasi melawan rasisme sampai turun ke jalan, hal itu tidak bisa ditindak. Menurut dia, kalau ada yang berbuat anarkistis, baru bisa ditindak.

“Untuk menegakkan dan meneguhkan Papua bagian dari NKRI, hukum harus dilaksanakan sebagaimana mestinya, salah satunya adalah hukum intenasional yang tercantum dalam Resolusi PBB 2504 bahwa Papua wilayah NKRI sudah final,” kata Suparji.

Dia mengatakan, bagi siapa pun yang kedapatan melakukan rasisme terhadap orang Papua wajib ditindak. Hal itu demi memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Indonesia. “Berbagai aspirasi dan ekspresi harus dalam koridor hukum, penyelesaian masalah hukum juga harus berdasarkan hukum yang independen tanpa politisasi hukum. Siapa pun yang rasis harus dihukum,” kata Suparji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Satgas Nemangkawi Bersama Polres Pegunungan Bintang Cek TKP Kebakaran di SMA N 1 Oksibil

Papua- Satgas Nemangkawi bersama Polres Pegunungan Bintang dan Satgas Pamrahwan menanggapi laporan adanya kebakaran di SMAN 1 Oksibil Jl. Yapimakot Kampung Esipding...

SATGAS NEMANGKAWI DAN POLRES NABIRE RINGKUS DPO PENJUAL AMUNISI DI KABUPATEN NABIRE

Jayapura – Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021 pukul 17.33 WIT bertempat di Jalan Poros Wadio-Wanggar Kabupaten Nabire, personil gabungan Satgas...

Kegiatan SI IPAR dari binmas Noken Dekatkan Polisi dengan Anak PAUD Koya Timur

Papua- Sektor pemolisian masyarakat seringkali menjadi hal yang luput dari lensa media. Di wilayah Papua, community policing atau pemolisian masyarakat merupakan program...

KETUA API PROVINSI PAPUA AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS JELANG PERAYAAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022

Jayapura - Pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2021, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Papua pendeta Jimmy Koirewoa, S.Th mengajak semua...

Recent Comments