Selasa 27 Februari, 2024
Beranda Pemerintahan Kalah Voting, Usulan Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Jayapura Resmi Ditolak

Kalah Voting, Usulan Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Jayapura Resmi Ditolak

suaranewspapua.com. SENTANI.- DPRD Kabupaten Jayapura akhirnya resmi menolak panitia khusus (Pansus) penanganan Covid-19 (Coronavirus).

Dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) Jumat (19/6/2020), Dilansir dari reportasepapua.com, suara fraksi pengusul Pansus Covid-19 kalah suara dengan suara fraksi penolak Pansus penanganan Covid-19.

Informasi yang dihimpun dari DPRD Kabupaaten Jayapura, rapat Banmus yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo itu memilih jalan voting untuk menentukan apakah dibentuknya Pansus Covid-19 atau Pansus Pemekaran Kampung.

Dari 5 fraksi yang mengikuti rapat Banmus, hanya 2 fraksi saja yang mendukung Pansus Covid-19 dan tiga fraksi lainnya menolak Pansus Covid-19.

Hasil akhirnya, hanya ada 2 fraksi yang mendukung Pansus Covid-19 yakni Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) dan Fraksi PKB, sedangkan tiga fraksi lainnya menolak seperti Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra yang lebih memilih Pansus Pemekaran Kampung daripada Pansus Covid-19 yang lebih urgent untuk saat ini dibentuk.

Anggota Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) DPRD Kabupaten Jayapura, Angganetha Wally selaku fraksi pengusul menganggap aneh saat Banmus DPRD Kabupaten Jayapura melakukan voting.

“Selama beberapa hari belakangan ini, anggota DPRD Kabupaten Jayapura berdebat untuk pembentukan dua pansus. Yakni, panitia khusus (Pansus) Pemekaran Kampung dan juga Pansus Penanganan Covid-19. Kami dari Fraksi Bhinneka Tunggal Ika lebih pro kepada Pansus Covid-19, alasannya karena hal itu sangat urgent. Jadi, (Pansus Covid-19) itu sangat urgent sekali dan sangat mendunia,” kata Angganetha Wally, saat dikonfirmasi wartawan usai rapat Banmus pembahasan atau pembentukan Pansus, Jumat (19/6/2020).

“Lagi pula yang dipakai dari beberapa OPD termasuk dari anggaran DPR yang digeser ke tim gugus tugas Covid-19 itu sebesar 2 miliar rupiah. Hal itu yang harus kami tahu sudah sejauh mana pertanggungjawabannya. Tetapi, kenyataannya ketika kami di rapat Banmus dengan pimpinan dan seluruh anggota Dewan, ternyata kami kalah voting saat menentukan Pansus Covid-19 atau Pansus Pemekaran Kampung yang dipilih untuk dibentuk,” sambungnya.

Saat voting dalam rapat Banmus, Politisi PKPI itu menuturkan, Fraksi Bhinneka Tunggal Ika dan Fraksi PKB lebih mendukung Pansus Covid-19. “Tetapi, tiga fraksi lainnya lebih memilih mendukung Pansus Pemekaran Kampung. Sehingga kami dari Fraksi BTI dan Fraksi PKB kalah voting dari tiga fraksi lainnya, yaitu Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra,” ujar dia.

“Namun demikian, masyarakat juga perlu mengetahui bahwa kami telah berjuang untuk membentuk Pansus Covid-19. Kami di dalam lembaga ini tidak diam, tetapi kami telah berjuang untuk menjawab aspirasi masyarakat, menjawab kebutuhan masyarakat. Walaupun kami kalah, tetapi kami sudah berjuang untuk membawa aspirasi masyarakat,” tambah politisi perempuan dari PKPI ini.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) DPRD Kabupaten Jayapura, H. Wagus Hidayat, SE, mengatakan selaku fraksi pengusul Pansus Penanganan Covid-19 telah berjuang untuk membentuk Pansus Covid-19, namun kalah saat lakukan voting.

“Terkait rapat kami tadi (kemarin) di ruang Banmus itu, dimana diputuskan ada dua pansus yang di usulkan. Tapi, yang diputuskan adalah Pansus Pemekaran Kampung. Kami dari Fraksi Bhinneka Tunggal Ika telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong agar dibentuknya Pansus Covid-19. Namun dalam voting, kami hanya didukung oleh Fraksi PKB dan tiga fraksi lainnya mendukung pembentukan Pansus Pemekaran Kampung,” terang Politisi PPP DPRD Kabupaten Jayapura ini kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Jumat (19/6/2020).

Pria yang akrab disapa Dayat ini menilai, pihaknya melihat dalam penanganan Covid-19 selama tiga bulan ini sangat banyak menggunakan dana, juga adanya pergeseran-peredaran dana untuk penanganan Covid-19 ini telah dianggarkan sebanyak Rp 49 miliar lebih.

“Kami banyak menerima aduan maupun keluhan, entah itu dari pasien maupun warga yang terdampak langsung akibat Covid-19 ini. Sehingga kami mengupayakan agar seharusnya dibentuk Pansus Covid-19 ini, namun akhirnya ditolak atau tidak disetujui oleh tiga fraksi lainnya seperti Fraksi NasDem, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra. Sehingga kami kalah dalam voting tersebut, karena kami dari Fraksi BTI hanya didukung oleh Fraksi PKB,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Australia Appreciates Indonesian Government for Developing Papua and Keeping Security

Jayapura- The Australian Government through its Ambassador, HE Penny Williams met with Papua Police Chief Inspector General Mathius D. Fakhiri and Head...

Bertemu Kapolda Papua dan Ka Ops Damai Cartenz-2024, Australia Apresiasi Pemerintah RI Bangun Papua dan Jaga Keamanan

Jayapura- Pemerintah Australia melalui Duta Besarnya, HE Penny Williams bertemu Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri dan Ka Ops Damai Cartenz-2014,...

Ahead of Plenary, Security Forces Tightly Guard KPU Kab. Bintang Mountains

Oksibil- The joint TNI-POLRI security forces strictly guarded the KPU Kab. Bintang Mountains ahead of the Regency level plenary meeting, Tuesday, February...

Jelang Pleno, Aparat Keamanan Jaga Ketat KPU Kab. Pegunungan Bintang

Oksibil- Aparat keamanan gabungan TNI-POLRI jaga ketat KPU Kab. Pegunungan Bintang jelang rapat Pleno tingkat Kabupaten, Selasa 26 Februari 2024.

Recent Comments