Senin 4 Maret, 2024
Beranda Sosial Budaya Mengenal Budaya Kunyah Pinang di Papua

Mengenal Budaya Kunyah Pinang di Papua

Jayapura, SuaraPapuaNews.com – Papua adalah satu provinsi yang memiliki beranekaragam kekayaan hayati dan juga dikenal sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi, Masyarakat Papua sendiri memiliki begitu banyak budaya serta tradisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, Salah satu tradisi yang masih melekat di masyarakat Papua adalah mengunyah atau makan buah pinang mulai dari anak kecil hingga dewasa.

Salah seorang penjual pinang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Daniel Kotomon mengatakan mengunyah dan makan pinang merupakan bagian dari tatanan kehidupan sosial sebagai tali silahturahmi dan menjalin keakraban. Selain itu makan pinang juga untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat.

Tidak hanya itu, menikmati buah pinang sudah menjadi suatu bentuk gaya hidup sebagian besar dari masyarakat Papua pada umumnya.

Kebutuhan akan buah pinang terus meningkat. Bahkan buah pinang memberikan kesempatan ekonomi tersendiri yang bagi sebagian penduduk asli Papua menjadi pendapatan untuk perekonomian keluarga.

“Dengan mengunyah pinang bisa untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah bau mulut. Kalau kita tidak mengunyah atau makan pinang nafas kita bau, dan gigi tidak kuat,” kata Daniel.

Menurut dia, makan buah pinang sangat baik, tetapi banyak orang tidak menyukainya karena habis makan pinang air ludahnya dan ampasnya dibuang disembarang tempat.

Cara makan pinang ini sangat sederhana cukup buah pinang di makan dengan kapur di tambah buah sirih. Campuran ini semua dikunyah sehingga kelihatan hingga berwarna merah. Kalau tidak ada kapur dan buah sirih pinang ini tidak akan merah di makan.

Ia mengungkapkan, buah pinang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat Papua sehingga banyak buah pinang ini dijual secara tradisional di berbagai tempat mulai dari di pasar, di emperan toko, di trotoar pusat keramaian hingga di depan pom bensin. Bahkan buah pinang ini juga di kirim ke beberapa daerah di Papua dengan menggunakan penerbangan seperti ke Wamena dan Timika.

“Berjualan pinang menjadi tanda geliat ekonomi lokal sekaligus tanda budaya makan pinang yang terus dipertahankan di tanah Papua,” ucapnya.

Lanjut Daniel, buah pinang ini di jual per tumpuk yakni buah pinang beserta kapur dan buah sirih yang dijual seharga Rp. 10.000 per tumpuk.

Satu tumpuk pinang ini umumnya, bagi masyarakat asli Papua habis dalam sekali konsumsi. Sehingga kadang satu tumpuk untuk satu orang tidak cukup. Bahkan dalam ada acara adat pun pinang ini harus ada disajikan untuk tamu-tamu yang datang.

“Tradisi mengunyah atau makan pinang ini harus terus dipertahankan oleh masyarakat Papua,”

Daniel mengharapkan bagi masyarakat Papua yang mengunyah atau makan pinang agar tidak membuang sampah pinangnya sembarang sehingga tidak kelihatan kotor. (DW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Chief of the Mee Tribe, Central Papua Urges to Maintain Community Security and Security Ahead of Recapitulation of 2024 Election Results

Nabire- The Chief of the Mee Tribe, Melkias Keiya, emphasized the importance of maintaining security, order and a peaceful situation in the...

Kepala Suku Mee, Papua Tengah Imbau Jaga Kamtibmas Jelang Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024

Nabire- Kepala Suku Mee, Melkias Keiya, menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan situasi damai di wilayah adat Mepago, khususnya menjelang dan saat...

LO Papua Regional Police, Central Papua Province, Urges Puncak Jaya Students to Participate in the Success of the 2024 Election Plenary

Jayapura- Police Commissioner Supriyagung, S.I.K., M.H, who is the LO (Liaison Officer) of the Papua Police, Central Papua Province, visited the Puncak...

LO Polda Papua Provinsi Papua Tengah, Imbau Mahasiswa Puncak Jaya Turut Serta Sukseskan Pleno Pemilu 2024

Jayapura- Kombes Pol Supriyagung, S.I.K.,M.H, yang merupakan LO (Liaison Officer) Polda Papua Provinsi Papua Tengah, melakukan kunjungan ke Asrama Mahasiswa Puncak Jaya...

Recent Comments